Filipina Dilanda Banjir dan Longsor Akibat Topan, Dua Orang Tewas

id Banjir

Ilustrasi. (ANTARA SUMBAR/Aadiaat M. S. )

Manila, (Antara Sumbar) - Topan dengan hujan lebat di ibu kota Filipina, Manila, dan propinsi terdekat pada Selasa mengakibatkan banjir luas dan longsor di beberapa daerah. Bencana alam itu menewaskan sedikit-dikitnya dua orang, kata badan bencana negara.

Pasar uang, kantor pemerintah dan sekolah ditutup dan kegiatan pelabuhan di beberapa propinsi dihentikan, katanya. Beberapa penerbangan dibatalkan.

Badan cuaca menyatakan topan Maring, yang membawa angin hingga 60 kilometer sejam, melanda pada pagi hari di kota Mauban di propinsi timur, Quezon.

Romina Marasigan, juru bicara badan bencana negara, menyatakan dua laki-laki remaja bersaudara tewas akibat longsor di Taytay, Rizal, 20 kilometer dari Manila.

"Beberapa warga sayangnya tidak mengindahkan saran pejabat setempat untuk mengungsi ke tempat lebih aman," katanya dalam jumpa pers.

Marasigan memperingatkan akan banjir bandang dan tanah longsor, karena hujan diperkirakan berlanjut, sebelum topan itu bergerak kembali ke laut pada Rabu.

Dua puluh dua penumpang diselamatkan dari bus terjebak banjir di kota Pitogo di Quezon, katanya.

Pejabat setempat memerintahkan pengungsian warga di beberapa kota terancam banjir di propinsi Quezon, Laguna, Rizal dan Batangas, katanya.

Badan cuaca juga menyatakan mengawasi topan Talim, yang membawa angin hingga 120 kilometer sejam, yang terlihat bergerak menuju ujung utara negara itu dan ke Taiwan. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar