Parit Malintang, (Antara Sumbar) - Warga Nagari (desa adat) Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, mengharapkan pemerintah setempat segera menormalisasi Sungai Sirah, karena abrasinya semakin parah dan nyaris meruntuhkan bangunan SMPN 4 Sungai Limau.
"Jika tidak diatasi segera akan membahayakan warga setempat termasuk gedung SMPN 4 Sungai Limau bisa runtuh," kata warga setempat Yohenes Sastra di Sungai Limau, Rabu.
Ia mengatakan abrasi terparah terjadi pada tiga hari lalu dan beruntung warga di daerah itu telah membongkar gudang penyimpanan ikan kering mereka sehari sebelumnya sehingga tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar.
"Kalau tidak mungkin gudang kami juga ikut terseret arus sungai," katanya.
Ia menjelaskan abrasi sungai tersebut terjadi karena muara Sungai Sirah yang tersumbat oleh pasir yang dibawa oleh ombak laut.
Karena muara tersumbat maka aliran Sungai Sirah mengarah ke sisi kiri sungai menuju permukiman warga dan bangunan SMPN 4 Sungai Limau yang jaraknya sekitar satu kilometer, akibatnya sekarang muara sungai berada di dekat sekolah itu.
"Secara perlahan airnya mengikis pasir dekat permukiman warga dan bangunan sekolah," ujarnya.
Agar abrasi tidak semakin parah, warga sudah menumpuk karung berisi pasir guna menahan aliran air dan membuat aliran baru.
"Namun tumpukan pasir itu tidak bisa bertahan lama apalagi terjadi hujan lebat sehingga aliran sungai menjadi lebih deras," kata dia.
Ia meminta pemerintah setempat untuk mengeruk pasir yang menyumbat di aliran Sungai Sirah, memasang beton di sisi kiri dan kanan sungai, serta memasang batu grib untuk pemecah ombak.
Sementara itu, Wakil Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur mengatakan secepatnya pihaknya akan mendatangkan alat berat untuk mengeruk pasir penyumbat muara sungai.
Ia menjelaskan paling lambat sekitar enam hari lagi alat berat bisa didatangkan ke daerah itu karena alat berat tersebut juga sedang dibutuhkan oleh masyarakat daerah lain untuk normalisasi sungai.
"Karena itu saya minta warga untuk bersabar dulu," ujar dia.
Ia menyebutkan setelah pasir dikeruk maka pihaknya juga akan memasang beton di sisi dan kanan sungai serta mengarahkan anak aliran sungai lainnya ke aliran Sungai Sirah.
Sedangkan untuk pemasangan batu grib pihaknya akan mengusahakan karena kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah kabupaten itu yang minim. (*)
