Padang, (Antara Sumbar) - Sejumlah pedagang bengkuang yang berjualan di kawasan Air Tawar, Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mengeluhkan minimnya pembeli sehingga pendapatan mereka berkurang.
"Penjualan sekarang tidak menentu, kadang sampai Rp100 ribu per hari kadang tidak ada sama sekali," kata penjual bengkuang Nurjanah, di Padang Jumat.
Ia mengatakan selama ini bengkuang yang dijualnya di pasok dari batas Kota Padang dan sudah lama berjualan di lokasi itu.
"Dulu sempat diusir Satpol PP, tapi sekarang sudah kembali berjualan di sini," katanya.
Menurutnya, selama ini peminat bengkuang tidak terlalu banyak tapi menjelang bulan Ramadhan penjualan bisa naik.
Ia menjual bengkuang mulai dari Rp15 ribu sampai Rp50 ribu tergantung ukuran.
Sementara itu salah seorang warga Padang, Nisa (25) membeli bengkuang untuk di buat jus.
"Saya beli tiga ikat yang kecil Rp20 ribu", katanya.
Sementara penjual lainnya Baharudin mengatakan sudah punya langganan tetap.
"Langganan tetap saya adalah pedagang jus yang biasa mangkal di Lolong", katanya.
Menurutnya, masyarakat lebih memilih membeli bengkuang di batas kota karena lebih banyak pilihan dan harga lebih murah. (*)
