
Pelapor Minta Ungkap Pelaku Pencuri Kotak Amal
Rabu, 18 November 2015 17:39 WIB

Pulau Punjung, (AntaraSumbar) - Jalfarida (35), warga Nagari (Desa Adat) Tebing Tinggi, Kabupaten Dharmasraya meminta kepada penegak hukum setempat agar segara mengungkap pucuri kota amal yang selama ini sudah meresahkan warga.
"Saya sudah melapor sekitar satu bulan yang lalu, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari laporan itu," katanya di kepada sejumlah awak media di Pulau punjung, Rabu.
Ia mengatakan kejadian tersebut sudah dilaporkan ke Polres setempat pada Selasa 13 Oktober 2015 lalu dengan bukti terima laporan polisi Nomor: LP/180/K/X/2015/Polres beserta bukti rekaman Closed Circuit Television (CCTV) atau kamera pengintai.
Berdasarkan gambar yang terlihat di rekaman CCTV toko miliknya, kata dia, pelaku sudah melakukan aksinya sebanyak tiga kali.
"Pelaku masih dengan orang yang sama, terakhir uang yang dimbil didalam kota amal sekitar Rp2,5 juta." katanya.
Menurut dia, jika kejadian tersebut tidak ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian, tentu masyarakat mempertanyakan kinerja penegak hukum di wilayah itu.
"Hal ini tidak menguntungkan saya secara pribadi, melainkan ini tanggungjawabnya terhadap keamanan kotak amal yang ada di toko saya," tegasnya.
Secara terpisah, Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Clean Governace Cabang Dharmasraya Tibrani SH, meminta kepada pihak kepolisian untuk segara menindaklajuti pangaduan tersbut.
Karena di dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 polisi berhak memberikan pelayanan dan pelindungan terhadap masyarakat, lanjutnya.
"Kami yakin setiap pengaduan akan ditindaklanjuti jika memenuhi ketentuan yang ada, mungkin polisi masih mendalami kasus tersebut dengan melakukan pengumpuln data," ujarnya.
Menanggapi hal itu, Kapolres Dharmasraya AKBP Lalu Muhamad Iwan Mahardan melalui kasat Reskrim AKP Lazuardi saat dikonfirmasi melalui sms, mengatakan, akan mengecek berkas terkait pengaduan pencurian kotak amal.
"Saya cek dulu," tegasnya. (cpw12)
Pewarta: Ilka Jensen
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
