Pemuda ini maling kotak amal di empat kabupaten/kota, cuma untuk beli sabu-sabu

id Berita Bukittinggi,Pencuri Kotak Amal,Polres Bukittinggi,Berita Hukum Buikittinggi,Bukittinggi terkini

Pemuda ini maling kotak amal di empat kabupaten/kota, cuma untuk beli sabu-sabu

Kapolres Bukittinggi Imam Pribadi Santoso memberikan keterangan terkait penangkapan pencuri kotak amal yang telah delapan kali beraksi di Bukittinggi, Selasa (1/10). (ANTARA/ Ira Febrianti)

​​​​​​​Bukittinggi (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota Bukittinggi, Sumatera Barat menangkap seorang pemuda inisial A (24) pencuri kotak amal yang telah menjalankan aksinya sebanyak delapan kali di empat kabupaten/kota.

"A sudah melakukan aksinya sebanyak delapan kali di beberapa masjid di Kabupaten Agam, Bukittinggi, Padang Panjang dan Payakumbuh," kata Kapolres Bukittinggi Imam Pribadi Santoso di Bukittinggi, Selasa.

Dari delapan kali aksinya, A memperoleh total uang Rp12 juta dan telah habis digunakan untuk membeli telepon genggam, membayar kontrakannya di Jalan By Pass Bukittinggi dan membeli sabu-sabu.

A terakhir kali menjalankan aksinya di Masjid Aur Kuning. Aksinya ketahuan oleh warga dan saat akan kabur A meninggalkan tasnya yang berisi telepon genggam, dompet, satu paket kecil sabu dan alat hisap.

Polisi kemudian melakukan pencarian berdasarkan rekaman CCTV dan berhasil menangkapnya di kontrakannya pada Senin(30/9) malam.

Berdasarkan keterangan sementara dari A, Kapolres menerangkan A datang ke Bukittinggi karena ingin membeli sabu-sabu.

"Karena kota tujuan wisata, A berpikir akan mudah mendapatkan sabu-sabu di Bukittinggi namun sayangnya dia tidak memiliki uang untuk mendapatkan barang haram tersebut," katanya.

Karena itu pemuda tersebut mencari cari agar dapat memperoleh uang dengan mudah sehingga bisa membeli sabu-sabu.

Atas aksi pencurian yang dilakukannya, A dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara.

"Sementara untuk kepemilikan sabu-sabu kami masih kembangkan. Berdasarkan keterangannya, kepemilikan mengarah pada seorang warga Agam inisial SG," katanya.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar