Terpantau CCTV mencuri kotak amal, pria asal Dharmasraya ini diringkus warga

id pencuri kotak amal

Terpantau CCTV mencuri kotak amal, pria asal Dharmasraya ini diringkus warga

Pelaku saat di Kantor Polresta Padang, pada Jumat (10/5) dinihari. (ANTARASumbar/Fathul Abdi)

Padang, (ANTARA) - Puluhan warga Jalan Alai Barat, Kelurahan Alai Parak Kopi, Padang, Sumatera Barat meringkus terduga pencuri kotak amal bernama Rahmadian (31) di Masjid Al-Mukminun pada Kamis malam (9/5) sekitar pukul 23.30 WIB.

"Pelaku beraksi menjelang tengah malam saat masjid sudah benar-benar kosong dan sepi," kata marbut Masjid Salehudin (20) di Padang, Jumat dinihari.

Ia menceritakan kejadian itu berawal saat ia memeriksa keadaan masjid melalui kamera pemantau (CCTV) yang tersambung ke ruangan marbut.

Saat itulah ia bersama kedua rekannya melihat pelaku masuk ke dalam Masjid.

"Pintu masjid memang tidak dikunci pada malam hari," katanya.

Setelah itu, lanjutnya, pelaku berjalan mendekati kotak amal lalu menyeretnya ke luar masjid, tepatnya di dekat kamar mandi.

"Merasa ada yang tidak beres kami langsung keluar dan mendatangi orang tersebut, salah satu kunci kotak amal sudah tercongkel," katanya.

Pelaku yang merupakan warga Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasraya itu berusaha melarikan diri ke arah Masjid Raya Sumbar usai terpergok.

"Kami langsung mengejar dan meneriaki maling, dibantu warga sekitar yang masih bangun," katanya.

Aksi kejar-kejaran akhirnya berhenti di dekat pekarangan Masjid Raya Sumbar, karena pelaku berhasil ditangkap warga.

Beruntung saat itu tiga anggota Brimob Polda Sumbar tengah berpatroli di dekat lokasi menggunakan mobil.

"Kami berhenti karena ada keramaian, dan terlihat pelaku sudah dikerumuni dan diikat oleh warga," kata Pasimin Batalyon A Brimob Polda Sumbar, Iptu Zainuri.

Anggota Brimob tersebut langsung membawa pelaku ke Kantor Polresta Padang untuk diproses secara hukum.

Menurut marbut Salehudin kotak amal itu diperkirakan berisi uang Rp500 ribu, yang merupakan infak jemaah dalam sepekan terakhir. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar