Oslo, (Antara/Xinhua-OANA) - Perusahaan penerbangan murah Norwegia, Air Shuttle, pada Kamis (26/3) menyatakan perusahaan itu telah memutuskan untuk mengubah prosedur kokpitnya sehingga dua anggota awak selalu ada di kokpit. "Norwegia telah mempertimbangkan untuk mengubah prosedur kokpitnya untuk sementara. Namun, mengingat kecelakaan tragis Germanwings, kami mempercepat proses itu sehingga dua anggota awak selalu ada di kokpit," kata perusahaan penerbangan tersebtu di dalam satu siaran pers, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat siang. "Ini berarti jika salah seorang pilot meninggalkan kokpit, seorang anggota awak harus menggantikan dir selama masa itu. Keselamatan awak dan penumpang kami selalu yang utama, itu lah mengapa kami telah memutuskan untuk mengubah prosedur kami, sejalan dengan peraturan AS," katanya. Prosedur baru tersebut akan diterapkan segera setelah Norwegia menerima persetujuan dari Dinas Penerbangan Sipil Norwegia, kata perusahaan penerbangan itu. Untuk Saat ini, tak ada ketentuan dalam peraturan Eropa yang menyatakan dua anggota awak harus berada di kokpit sepanjang waktu. (*/sun)
Berita Terkait
MKD putuskan Sahroni langgar kode etik karena pernyataan tak bijak
Rabu, 5 November 2025 15:45 Wib
MKD putuskan Uya Kuya tak langgar kode etik karena korban hoaks
Rabu, 5 November 2025 15:07 Wib
Empat atlet Pelatnas PBSI putuskan berkarir sebagai pemain profesional
Sabtu, 18 Oktober 2025 18:27 Wib
Pemerintah putuskan tarif listrik triwulan IV-2025 tetap
Rabu, 24 September 2025 19:12 Wib
UNP putuskan belajar daring selama empat hari sikapi kondisi keamanan
Senin, 1 September 2025 11:46 Wib
Hasto putuskan pulang ke rumah setelah bebas dari Rutan KPK
Sabtu, 2 Agustus 2025 6:22 Wib
Real Madrid putuskan tidak pulangkan Nico Paz musim panas ini
Selasa, 1 Juli 2025 4:51 Wib
Jaga daya beli masyarakat dan industri, Pemerintah putuskan tarif listrik PLN triwulan III tetap
Senin, 30 Juni 2025 9:59 Wib
