Harga Elpiji 12 Kg di Padang Rp118.300

id Harga Elpiji 12 Kg di Padang Rp118.300

Harga Elpiji 12 Kg di Padang Rp118.300

Tabung gas elpiji 12 Kg. (Antara)

Pariaman,(Antara) - Harga gas elpiji nonsubsidi ukuran 12 kilogram (kg) untuk wilayah Kota Padang mencapai Rp118.300/tabung. "Sebelumnya harga gas ukuran 12 kg seharga Rp66.800/kg menjadi seharga Rp118.300/tabung. Kenaikan diberlukan pada 10 September 2014," kata Senior Supervisor External Relation PT Pertamina Marketing Operation Region I, Fitri Erika saat dihubungi dari Pariaman, Rabu. Ia menjelaskan, kenaikan harga gas elpiji yang berukuran 12 kg tersebut juga terjadi untuk wilayah Kota Payakumbuh serta Kota Solok. Wilayah Payakumbuh gas ukuran 12 kg naik seharga 115.700/tabung sebelumnya Rp95.300/tabung, sedangkan untuk wilayah Kota Solok gas ukuran 12 kg seharga Rp120.500/per tabung. Pendistribusian gas elpiji ukuran 12 kg di Sumbar dipasok dari dua Stasiun Pengisian dan Pengiriman Elpiji Khusus (SPPEK) yakni PT Prizaco di Padang dan PT Gasindo di Kota Payakumbuh dan melalui 20 agen LPG yang ada. "Untuk stabilisator harga gas elpiji ukuran 12 kg, Pertamina menyiapkan lebih 50 SPBU sebagai outlet," jelas Fitri Erika. Ia mengatakan, kenaikan harga gas elpiji 12 kg tidak saja di Sumbar, namun secara nasional mengalami kenaikan sebesar Rp1.500 per kg (net Pertamina) terhitung sejak 10 September 2014. Kebijakan korporasi ini ditetapkan setelah mendengarkan masukan pemerintah dalam rapat koordinasi di Kementerian Perekonomian pada 8 September 2014, sehingga Pertamina dapat menyesuaikan harga sesuai dengan Permen ESDM No.26 Tahun 2009 tentang Pendistribusian Liquefied Petroleum Gas. "Penyesuaian ini merupakan pelaksanaan Roadmap Penyesuaian Harga Elpiji 12 kg secara berkala sesuai hasil rapat konsultasi Pemerintah dengan BPK RI pada 6 Januari 2014," katanya. Ia menjelaskan, berdasarkan peta jalan yang disampaikan Pertamina melalui surat tertanggal 15 Januari 2014 ke Menteri ESDM dan Menteri BUMN menyebutkan, kenaikan harga elpiji nonsubsidi 12 kg akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai harga keekonomian. Kenaikan harga diperlukan untuk menekan kerugian dari bisnis elpiji nonsubsidi tersebut. Per 1 Juli 2014, Pertamina berencana menaikkan harga elpiji 12 kg sebesar Rp1.000 per kg menjadi Rp6.944 per kg dengan harga di konsumen Rp106.800 per tabung. "Kemudian, per 1 Januari 2015 naik Rp1.500 per kg, 1 Juli 2015 naik Rp1.500 per kg, 1 Januari 2016 naik Rp1.500 per kg, dan 1 Juli 2016 naik Rp1.500 per kg," jelasnya. Setelah 1 Juli 2016, tambah Fitri Erika harga elpiji diperkirakan mencapai keekonomian sebesar Rp11.944 per kg atau sampai konsumen Rp180.000 per tabung. "Pertamina menghitung tanpa kenaikan elpiji maka bisnis elpiji 12 kg bakal mengalami kerugian mendekati Rp6 triliun pada 2014," ungkapnya. Ia menambahkan, untuk menjamin kelancaran pasokan kepada konsumen, maka Pertamina memastikan ketersediaan suplai LPG di masyarakat baik untuk Elpiji 12 kg maupun Elpiji 3 kg. Hal itu antara lain dengan meningkatkan stok LPG, dengan status hari ini (10/11) dalam kondisi aman di atas 16 hari. "Pertamina juga melakukan optimalisasi jalur distribusi Elpiji melalui SPBU dan juga modern outlet," katanya. (*/zon)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.