Kursi Pesawat Bandara Halim Diperkirakan Penuh

id Kursi Pesawat Bandara Halim Diperkirakan Penuh

Jakarta, (Antara) - Manajer Pelayanan Operasi Bandar Udara Halim Perdana Kusuma Jakarta Ibut Astono memperkirakan seluruh kursi pesawat untuk penumpang akan terisi penuh sepanjang arus mudik dan balik Idul Fitri 1435 H/2014 M atau meningkat signifikan dibanding hari normal. "Tingkat keterisian pesawat (load factor) diperkirakan akan meningkat dibanding hari biasa yang mencapai 70-80 persen. Pada arus mudik dan balik kali ini 'load factor' itu bisa mencapai 100 persen," kata Ibut saat ditemui Antara di kantornya, Jakarta, Selasa. Ia mengatakan peningkatan jumlah penumpang itu bukan menjadi kendala yang berarti. Karena sejatinya di Bandara Halim tidak akan ada penambahan jumlah penerbangan. Dengan kata lain, tidak ada perubahan 17 penerbangan per harinya pada lebaran kali ini atau sama dengan hari biasa. "Di sini beda dengan Bandara Soekarno-Hatta yang cenderung lebih sibuk. Selain itu, tidak ada jumlah penerbangan. Perbedaannya adalah pada 'load factor' saja yang bisa penuh. Jadi dengan fasilitas yang ada sekarang akan cukup untuk menampung seluruh penumpang 17 penerbangan," kata dia. Pihaknya telah menyediakan 500 kursi tunggu untuk penumpang yang telah "check in". Sementara kursi di lobi dan area "check in" disediakan secukupnya. Lebih lanjut, dikatakannya hanya ada satu maskapai penerbangan yang melayani penerbangan komersial untuk perorangan yaitu Citilink. "Hanya Citilink yang melayani jasa penerbangan umum di Bandara Halim," katanya. Citilink di Halim sendiri memiliki tujuh tujuan penerbangan. Di antaranya Palembang, Yogyakarta, Surakarta, Semarang, Malang, Surabaya dan Balikpapan. Berdasarkan data per Selasa pukul 00.00 WIB, jumlah penumpang yang terbang dari Bandara Halim sebanyak 4.500 orang. Angka tersebut lebih banyak dari hari biasa yang hana 3.500 penumpang. (*/jno)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.