Rusia: Kesepakatan Jenewa Ujian Bagi Pemerintah Ukraina
Kamis, 24 April 2014 7:18 WIB
Jakarta, (Antara) - Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Yurievich Galuzin menyatakan bahwa Kesepakatan Jenewa adalah ujian bagi pemerintah Ukraina yang harus segera diselesaikan dengan baik.
"Pihak yang seharusnya melaksanakan Kesepakatan Jenewa itu adalah mereka yang menyebut diri sebagai pemerintah Ukraina. Ini adalah ujian untuk mereka. Sampai saat ini mereka belum lulus dari ujian tersebut," ujar Galuzin pada jumpa pers di Jakarta, Rabu.
Adapun Kesepakatan Jenewa yang dimaksud dilaksanakan pada 17 April 2014 dan telah disetujui serta disepakati oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergey V. Lavrov, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry, Kepala Bidang Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton, dan pejabat Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Deshchytsia.
Dokumen kesepakatan tersebut antara lain berisi tentang langkah-langkah konkrit yang harus dilakukan untuk menurunkan ketegangan dan mengembalikan keamanan nasional di seluruh pelosok Ukraina.
Dalam dokumen itu disebutkan empat poin penting seperti pelucutan senjata dari kelompok bersenjata ilegal; seluruh gedung yang dikuasai secara tidak sah harus dikembalikan kepada pemilik yang sebenarnya; alun-alun, jalan besar, serta fasilitas umum yang diduduki kelompok bersenjata harus dibebaskan; dan pemberian amnesti bagi para demonstran, kecuali mereka yang melakukan kejahatan.
"Harus ada reformasi konstitusi di Ukraina yang dilakukan secara terbuka dan transparan," tegas Galuzin.
Galuzin beberapa kali juga menekankan bahwa hingga saat ini pihak Ukraina belum melaksanakan poin penting sebagaimana yang sudah disepakati dalam Kesepakatan Jenewa.
"Menurut saya tindakan mereka yang mengaku sebagai pemerintah Ukraina sangatlah kejam, karena mereka menyerang rakyat yang berada di wilayah selatan dan tenggara Ukraina. Tapi mereka tidak melakukan tindakan apapun atas kelompok bersenjata ilegal yang membunuh warga sipil," tegas Galuzin. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kesepakatan Aie Angek Cottage resahkan warga tiga RT, temui Wali Kota Padang Panjang
01 January 2026 15:50 WIB
Wali Kota Solok Tanda Tangani Kesepakatan Bersama dengan Sociopreneur Indonesia
31 October 2025 18:13 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018