Presiden Harapkan RS Pekerja di Banyak Provinsi
Selasa, 8 April 2014 14:34 WIB
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. (Antara)
Jakarta, (Antara) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengharapkan semakin banyak lagi rumah sakit khusus pekerja yang dapat dibangun di banyak provinsi, guna meningkatkan tingkat kesejahteraan buruh di Tanah Air.
"Ini adalah rumah sakit umum pekerja pertama yang ada di Tanah Air. Pada tahun-tahun mendatang diharapkan dapat dibangun rumah sakit serupa di kawasan industri lainnya," kata Susilo Bambang Yudhoyono saat meresmikan Rumah Sakit Umum Pekerja di Kawasan Berikat Nusantara, Cakung, Jakarta, Selasa.
Presiden memaparkan, pendirian rumah sakit juga merupakan bentuk penyediaan fasilitas bagi para pekerja yang dapat meningkatkan tidak hanya kinerja dan produktivitas pekerja, tetapi juga daya saing perusahaan.
Dengan demikian, menurut SBY, akan tercipta solusi "win-win solution" yang menguntungkan, baik bagi pengusaha maupun buruh.
Ia juga menginginkan agar perlu lebih banyak lagi dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk dialokasikan bagi pekerja.
Presiden mengingatkan bahwa masih banyak hal terkait pekerja yang mesti diselesaikan seperti pelaksanaan BPJS Kesehatan yang telah berlangsung selama beberapa bulan, dan BPJS Ketenagakerjaan yang rencananya mulai beroperasi tahun 2015.
Rumah Sakit Umum Pekerja itu telah melakukan "soft opening" pada 28 Desember 2013 lalu dan terletak dengan kawasan pemukiman penduduk di Tipar, Cakung Jakarta.
Rumah sakit tersebut diperuntukkan sebagai pelayanan kesehatan para pekerja di wilayah KBN maupun di luar KBN, dan masyarakat umum yang berpenghasilan menengah ke bawah.
Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia mendesak pemerintah segera mengaudit pelaksanaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), baik yang di bidang ketenagakerjaan maupun bidang kesehatan.
"Hingga hari ini audit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial terhadap Ketenagakerjaan dan BPJS kesehatan, belum dilaksanakan oleh pemerintah. Padahal, kedua BPJS tersebut sudah berubah menjadi badan hukum publik," kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (23/3).
Ia mengingatkan bahwa BPJS kesehatan sudah beroperasi hampir tiga bulan dan sudah ada penyertaan modal awal dari pemerintah sebesar Rp500 miliar.
Menurut dia, kondisi di lapangan yang menyebabkan banyak masyarakat tidak terlayani dengan baik oleh BPJS kesehatan sehingga patut diduga akibat amburadul dan tidak transparannya manajemen keuangan di BPJS kesehatan. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ikuti zoom meeting, Kepala Kantor Pertanahan Pasaman harapkan pelaksana PTSL berjalan lebih optimal
10 February 2026 19:24 WIB
Wako Padang Panjang harapkan regulasi jelas agar MBG berdampak ekonomi bagi masyarakat
29 January 2026 18:36 WIB
Wako Padang Panjang harapkan Baznas 2025--2030 kelola zakat lebih profesional dan berkelanjutan
31 December 2025 4:43 WIB
Ricky Donals harapkan potensi Sumbar yang melimpah jadi tiger pertumbuhan daerah
26 October 2025 15:40 WIB
Pertemuan perdana, Sekjen ATR/BPN harapkan peran penyidik PNS dalam penegakan hukum internal
23 October 2025 14:07 WIB
Pemkab Pasaman Barat harapkan percepatan penyelesaian Pelabuhan Teluk Tapang
18 September 2025 16:10 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018