AS Prihatin Rencana Georgia Tanyai Mantan Presiden
Senin, 24 Maret 2014 12:50 WIB
Washington, (Antara/Xinhua-OANA) - Amerika Serikat, Ahad (23/3), menyampaikan keprihatinan dengan keputusan Pemerintah Georgia untuk memanggil mantan presiden Mikheil Saakashvili untuk ditanyai dalam penyelidikan beberapa kasus pidana.
"Tak seorang pun di atas hukum, tapi dilancarkannya banyak penyelidikan secara berbarengan yang melibatkan mantan presiden menimbulkan keprihatinan hukum mengenai pembalasan politik, terutama ketika lembaga hukum dan kehakiman masih rapuh," kata wanita Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Marie Harf di dalam satu pernyataan.
Jaksa penuntut di Georgia, Sabtu (22/3), mengumumkan mereka telah memanggil Saakashvili untuk ditanyai pada Kamis mengenai sejumlah kasus pidana, termasuk kemungkinan penyidikan kematian perdana menteri Zurab Zhvania pada 2005.
Perdana Menteri saat ini di negeri tersebut Irakli Garisbashvili telah mengancam akan memasukkan mantan presiden itu ke dalam daftar orang yang dicari jika ia gagal hadir, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin.
Saakashvili, seorang sekutu AS, tak berada di Georgia sebab ia meninggalkan negaranya segera setelah masa jabatan keduanya berakhir pada November tahun lalu. Jaksa penuntut umum telah mengajukan dakwaan terhadap beberapa sekutu Saakashvili.
"Sebagaimana dibahas pada tingkat paling tinggi ketika Perdana Menteri Garibashvili mengunjungi Washington pada Februari, Amerika Serikat mendesak para pemimpin Georgia untuk memusatkan energi negara tersebut pada masa depan, ekonomi yang kuat, pembaruan yang berlanjut pada sektor kehakiman, dan kemajuan cepat pada penyatuan Eropa-Atlantik," kata Harf. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prihatin pengusiran oleh sekelompok preman, Sekda Pasbar kunjungi warga rumah singgah di Kota Padang
09 January 2026 16:37 WIB
Gubernur Mahyeldi Prihatin dan Minta Pengawasan Penginapan Diperketat Pasca Insiden di Alahan Panjang
14 October 2025 16:14 WIB
Komisi IV DPR RI prihatin dengan kondisi Taman Wisata Alam (TWA) Punti Kayu Palembang
20 July 2025 7:32 WIB
Komisi Eropa prihatin atas pembatasan ekspor chip AI canggih oleh Amerika
14 January 2025 10:56 WIB, 2025
Pemerhati Hukum Kesehatan prihatin soal bayi tersandera di RSU BKM Pesisir Selatan
17 October 2023 10:15 WIB, 2023
Indonesia prihatin atas peningkatan eskalasi konflik Palestina-Israel
08 October 2023 9:21 WIB, 2023
MAKI prihatin KPK tak bisa ungkap kasus besar, ini penyebabnya menurut Boyamin
27 March 2023 6:01 WIB, 2023
Wabup Solsel prihatin anak bawah umur terlibat kasus asusila, ajak masyarakat jaga generasi muda
13 March 2023 16:35 WIB, 2023
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018