DKI Kaji Dua Aspek Pembangunan Monorel
Rabu, 19 Maret 2014 14:08 WIB
Jakarta, (Antara) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI terus melakukan kajian terhadap dua aspek yang selama ini dianggap belum dipenuhi oleh investor sekaligus pengembang proyek monorel, yaitu PT Jakarta Monorail (JM).
"Mengenai kelanjutan monorel, sampai dengan saat ini masih ada dua aspek yang belum terjawab oleh PT JM dan harus terus kita kaji, yaitu aspek realistis dan sustainability," kata Asisten Sekretaris Daerah bidang Perekonomian Hasan Basri Saleh di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, kedua aspek tersebut sangat penting karena pihaknya tidak ingin pembangunan monorel berhenti di tengah jalan atau tiba-tiba berhenti beroperasi setelah diresmikan.
"Itulah yang kita mau. Pembangunan monorel tidak boleh mangkrak dan pengoperasiannya pun harus berkelanjutan, jangan sampai berhenti tiba-tiba. Makanya dua aspek itu terus kita kaji," ujar Hasan.
Kemudian, dia menuturkan dari segi aspek realistis, PT JM harus bersikap realistis terhadap adanya perubahan desain jalan di jalan-jalan yang akan dilalui monorel nantinya.
Dia menyebutkan salah satu perubahan disain tata ruang yang akan terjadi, yaitu pada Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang.
"Pembangunan monorel sudah direncanakan sebelum ada pembangunan JLNT, sehingga otomatis desainnya berubah. Kita minta PT JM realistis dengan desain maupun teknis pembangunannya," tutur Hasan.
Sementara itu, dia mengungkapkan untuk tiang-tiang pancang yang dulu direncanakan sebagai jalur busway layang (elevated busway) harus tetap digunakan sebagai jalur transportasi massal jenis apapun.
"Tiang-tiang itu kan sudah terlanjur berdiri, dan kita butuh transportasi massal. Jadi, apapun jenis transportasinya, tiang-tiang itu harus dimanfaatkan dengan baik," ungkap Hasan.(*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018