Jakarta, (Antara) - Pemerintah Belanda melalui Angkatan Lautnya, Royal Netherlands Navy (RNN) menganugerahi medali kehormatan Prins Hendrik kepada TNI Angkatan Laut sebagai apresiasi atas kerja sama dan persahabatan yang telah terjalin dengan baik selama bertahun-tahun. Medali itu diserahkan Commander of Royal Netherlands Navy (KSAL Belanda) Laksamana Madya Matthieu JM Borsboom kepada Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Marsetio dalam upacara militer di KRI Ahmad Yani-351 yang bersandar di dermaga Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), Ujung, Surabaya, Jawa Timur, Kamis. Acara tersebut dihadiri Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia HE Mr Tjeer de Zwaan bersama sejumlah stafnya dan para pejabat teras TNI AL. Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur Laksamana Muda TNI Agung Pramono mendampingi KSAL Belanda dan KSAL Laksamana TNI Marsetio berkeliling kapal. KSAL Belanda Laksdya Matthieu JM Borsboom mengaku sudah hampir 30 tahun Angkatan Laut Belanda bekerja sama dengan TNI AL, dimana terjadi perkembangan yang sangat signifikan. Medali Prins Hendrik biasanya dianugerahkan kepada seorang atau institusi yang telah memberikan kontribusi positif kepada Angkatan Laut Belanda. TNI AL merupakan institusi kedua yang menerima penganugerahan medali ini. "Sebelumnya adalah Angkatan Laut Inggris," katanya. KSAL Laksamana TNI Marsetio menyambut baik kunjungan orang pertama di Angkatan Laut Belanda itu dan memberikan apresiasi terhadap segala perhatian yang diaktualisasikan dalam bentuk penganugerahan medali kehormatan Prins Hendrik. "Saya berharap hubungan kerja sama TNI AL dengan RNN ke depan dapat berjalan dengan baik dan konstruktif, bahkan ditingkatkan pada masa yang akan datang," kata KSAL. Ia mengatakan, TNI AL merupakan institusi kedua yang menerima penganugerahan medali itu karena yang pertama kali menerima medali tersebut adalah Angkatan Laut Inggris. "Indonesia adalah negara kedua di dunia yang mendapatkan medali ini. Negara pertama adalah Inggris. Hal itu wajar karena Inggris merupakan negara tetangga Belanda," kata Marsetio. Sebelumnya KSAL Belanda Laksdya Matthieu JM Borsboom telah melaksanakan kunjungan kehormatan kepada KSAL Laksamana TNI Marsetio di Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur; Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko di Mabes TNI Cilangkap; dan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Kemhan. Kunjungan KSAL Belanda itu, dalam rangka silaturahnmi sekaligus memperkuat hubungan Indonesia dengan Belanda, khususnya TNI AL dan AL Belanda. Selama ini kerja sama antara Angkatan Laut kedua negara telah menunjukan trend ke arah yang positif dengan meningkatnya kunjungan pejabat kedua Angkatan Laut, kerja sama di bidang pendidikan, pemberian asistensi dan akses perolehan informasi terkait penulisan Buku sejarah perjuangan TNI Angkatan Laut, serta pengadaan perlatahan pertahanan, termasuk di antaranya pengadaan kapal perang jenis Perusak Kawal Rudal korvet SIGMA class. (*/jno)