India Minta Kedubes AS Berhenti Dagang
Kamis, 9 Januari 2014 6:18 WIB
New Delhi, (Antara/AFP) - India meminta Kedutaan Besar Amerika Serikat menutup kegiatan niaga di pusat olahraga dan hiburannya di New Delhi dalam perkembangan terkini pertikaian diplomatik, kata sumber kepada AFP pada Rabu.
Kementerian luar negeri memberi tenggat 16 Januari kepada kedutaan itu untuk menghentikan petugas bukan diplomatik menggunakan sarana tersebar Perhimpunan Dukungan Masyarakat Amerika.
Anggota komersial membayar ribuan dolar setahun untuk menggunakan kolam renang, pusat kebugaran dan dan bermain boling, selain bar dan rumah makan, yang melayani alkohol dan makanan impor dengan harga rendah.
"Sarana hanya untuk petugas diplomatik kedutaan itu digunakan secara komersial, yang ditawarkan kepada bukan diplomat," kata pejabat kementerian luar negeri kepada AFP.
Pejabat kementerian itu menyatakan pembatasan baru-baru ini atas impor alkohol bebas bea dan pelarangan petugas bukan diplomat menggunakan ACSA dapat membuatnya menjadi tidak bernilai ekonomi.
Kementerian luar negeri juga dilaporkan memberi arahan kepada petugas lalulintas dan angkutan di ibu kota itu untuk menghapus kekebalan kendaraan diplomatik Amerika Serikat dan denda lalulintas.
Hubungan kedua negara itu mengalami kemelut setelah penangkapan Devyani Khobragade, pejabat konsuler di New York, yang mengatakan digeledah hingga telanjang di tahanan, pada 12 Desember.
Ia ditangkap atas dugaan penipuan visa dan membayar murah pembantu rumahtangganya, tapi India menyatakan ia harus mendapat kekebalan diplomatik dan marah atas perlakuan terhadapnya.
India membalas dalam sepekan sesudah penangkapannya dengan membongkar kelebihan pembatas keamanan dan pagar berduri di sekitar gugus kedutaan Amerika Serikat di New Delhi, yang dipasang sesudah serangan 11 September 2001.
Menteri Luar Negeri Salman Khurshid bertekad memulangkan Khobragade ke India dan memulihkan harga dirinya.
Amerika Serikat pada tengah Desember menyatakan penyesalan kepada India atas perlakuan terhadap diplomat berusia 39 tahun itu dan menimbulkan kemarahan di dalam negeri India.
Menteri Luar Negeri John Kerry mencoba mengakhiri perselisihan itu dengan menelepon penasehat keamanan nasional India Shivshankar Menon.
"Sebagai ayah dari dua perempuan berusia sama dengan Devyani Khobragade, menteri menekankan dengan penuh rasa peka bahwa kami mendengar dari India mengenai peristiwa setelah penangkapan nyonya Khobragade," kata pernyataan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wali Kota Sawahlunto minta pengaduan warga ditindaklanjuti cepat dan terukur
12 February 2026 12:08 WIB
Pemkab Padang Pariaman minta Semen Padang bantu percepatan pemulihan pascabencana
05 February 2026 14:29 WIB
Wali Kota Solok Lakukan Sidak ke DPMPTSP, Minta Pelayanan Publik Terus Ditingkatkan
30 January 2026 17:37 WIB
Pemkot minta Kemenhub tambah petugas jaga perlintasan sebidang di Pariaman
24 January 2026 20:29 WIB
Hansi Flick minta Barcelona raih kemenangan di laga terakhir Liga Champions
22 January 2026 12:01 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018