
Kemensos minta kepala daerah aktif perbaharui DTSEN setiap tiga bulan

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial (Kemensos) meminta kepada seluruh kepala daerah untuk berperan aktif dalam pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) secara berkala setiap tiga bulan.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan hal ini harus dilakukan karena akurasi data menjadi kunci penyaluran bansos serta program-program pemberdayaan lainnya sehingga menjadi tepat sasaran.
"Jadi setiap tiga bulan ada data mutakhir, hasil pemutakhiran. Kami ikutkan Dinsos, kami ikutkan bapak bupati untuk ikut memproses data ini," kata Mensos Saifullah Yusuf dalam rapat audiensi bersama Bupati Ciamis Herdiat Sunarya dan Bupati Aceh Barat Tarmizi di Kantor Kemensos, Jakarta, Selasa.
Mensos menjelaskan proses pemutakhiran data melibatkan para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Dinas Sosial (Dinsos), kelurahan/desa, serta petugas Badan Pusat Statistik (BPS) di masing-masing daerah.
Data-data tersebut kemudian dikompilasi dan harus ditandatangani oleh kepala daerah hingga akhirnya diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) setiap tanggal 20 untuk menjadi pedoman penyaluran bansos.
Sebelum ditetapkan, kata dia, para bupati maupun walikota dapat ikut mengecek kesesuaian data dengan kondisi di lapangan.
"Jadi setiap bulan pun bapak boleh mengusulkan pemutakhiran, ya bisa diusulkan. Nanti setiap tanggal 20, triwulan pertama, kedua, ketiga, itu akan ada hasil pemutakhiran dari BPS. Nanti pak bupati bisa cek lagi, kemarin yang saya usulkan sesuai apa enggak," ucap Mensos Saifullah Yusuf.
Mensos menekankan DTSEN tak hanya berisi data kemiskinan saja, tetapi juga data-data lain seperti data pertanian hingga kesehatan yang terintegrasi dengan Kementerian/Lembaga (K/L) terkait sesuai Surat Instruksi Presiden Nomor 4/ 2025.
"Ini tidak hanya data miskin, ada data mengenai pertanian, ini semua hanya satu. Mandatnya Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional. Semua data, semua ada di sini. Data kesehatan, semua, peternakan, sawah, ladang, semua datanya di sini terhubung. Ini semua data ini terhubung dengan Dukcapil, terhubung dengan ATR/BPN, terhubung dengan BKN. Jadi ini data tunggal," kata Mensos Saifullah Yusuf.
Ia menambahkan bahwa DTSEN tersebut memuat seluruh informasi tentang penduduk Indonesia, baik individu maupun keluarga, sehingga akurasinya sangat penting sebagai basis pengambilan kebijakan.
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
