Khartoum, (Antara/KUNA-0ANA) - Otoritas Antar-pemerintah mengenai Pembangunan (IGAD ) negara-negara Afrika Timur yang memimpin upaya mediasi di Sudan Selatan Selasa mengumumkan bahwa pihak yang bertikai telah sepakat untuk mengakhiri permusuhan dan memulai pembicaraan untuk mengakhiri krisis . "Presiden Salva Kiir Mayardit dan Dr Riek Machar menyepakati penghentian permusuhan dan menunjuk perunding untuk mengembangkan pemantauan dan pelaksanaan gencatan senjata ," kata blok itu dalam sebuah pernyataan. Ia menambahkan bahwa kedua pihak akan mengirim juru runding untuk pembicaraan damai ke ibukota Ethiopia, Addis Ababa . Deklarasi tersebut datang beberapa jam setelah pengumuman pemberontak 'tentang persiapan untuk serangan yang luas guna menguasai Bor, ibu kota negara bagian Jonglei yang kaya minyak. Meskipun terdapat terobosan, tampaknya pembicaraan damai tidak akan mudah. Pemerintah Sudan Selatan mengesampingkan kemungkinan menerima kesepakatan pembagian kekuasaan dengan Machar, dan menekankan bahwa yang bersangkutan telah meluncurkan kudeta terhadap pemimpin negara itu. Sementara itu, Machar mengesampingkan kemungkinan penghentian segera pertempuran. Dia juga membantah laporan-laporan bahwa ia akan melakukan perjalanan ke Ethiopia untuk berpartisipasi dalam pembicaraan damai, dan mencatat ia telah mengirim tim negosiasi ke Addis Ababa. Sudan Selatan, yang merdeka setelah memisahkan diri dari Sudan dua tahun lalu, telah terlibat dalam konflik yang semakin ditandai dengan laporan kekerasan etnis yang ditargetkan. PBB mengumumkan Senin bahwa lebih dari seribu orang tewas dan setidaknya 180.000 mengungsi sejak pertempuran dimulai dua minggu lalu , dengan sekitar 75.000 berlindung di pangkalan PBB di negara itu. (*/sun)