Juba, (Antara/AFP) - Pasukan perdamaian PBB tambahan tiba Jumat di Sudan Selatan, di mana pemerintah negara itu mengatakan telah setuju bagi satu gencatan senjata segera setelah hampir dua minggu pertempuran seru dengan pemberontak. PBB memperingatkan bahwa ketegangan tetap tinggi dan berbahaya kendatipun usaha-usaha terus dilakukan untuk menghentikannya agar tidak terjerumus dalam perang saudara di negara termuda dunia itu yang diperkirakan telah menewaskan ribuan orang itu. Para pemimpin Afrika Timur yang bertindak sebagai penengah perdamaian, Jumat mengumumkan bahwa pemerintah Presiden Sudan Selatan Salva Kiir telah menyetujui satu gencatan senjata. Tetapi pemimpin defakto pemberontak Riek Machar-- yang Kiir tuduh berusaha melakukan kudeta setelah dipecat sebagai wakil presiden Juli -- tidak akan segera memberi komentar bagi gencatan senjata. Dalam satu wawancara telepon satelit dengan stasiun radio Inggris BBC dari lokasi yang tidak diketahui, Machar mengatakan satu mekanisme diperlukan untuk memantau setiap gencatan senjata. "Agar gencatan senjata itu dapat dipercaya diperlukan satu mekanisme, atau jika tidak kita akan diperdaya," katanya. Ia juga menuntut agar Kiir membebaskan semua 11 sekutu politiknya yang ditahan tepat pada awal pemberontakan dimulai, sementara mengakui bahwa dua dari mereka telah dibebaskan. Para pemimpin regional yang menengahi bagi penghentian permusuhan itu memberikan Machar dan Kiir empat hari untuk melakukan perundingan langsung dan menghentikan pertempuran, berjanji akan melakukan "tindakan lebih jauh" yang tidak disebutkan jika perang saudara berlanjut. Sementara itu PBB mengatakan bahaya-bahaya tetap ada karena banyak mayat dekat terlihat di paling tidak pada satu pangkalan PBB, tetapi tidak dapat dikumpulkan. Kontingen polisi PBB yang berjumlah 72 personil tiba di negara itu Jumat, kata seorang juru bicara PBB di New York. Mereka memelopori dari 6.000 tentara tambahan PBB yang telah diizinkan oleh Dewan Keamanan PBB untuk meningkatkan kekuatan missi PBB di Sudan Selatan, UNMISS. Akan lebih banyak tentara dan peralatan diperkirakan akan tiba Sabtu. Apabila seluruh pasukan tambahan tiba, mereka akan menambah jumlah hampir dua kali lipat missi UNMISS di negara itu menjadi 12.500 tentara dan 1.300 polisi. Missi itu sejauh ini menghadapi tugas yang sulit saat pertempuran menewaskan ribuan orang sejak meletus 15 Desember. PBB mengatakan lebih dari 120.000 orang mengungsi termasuk 63.000 orang ditampung di pangkalan-pangkalan pasukan PBB, dan negara-negara tetangga dan negara-negara internasional khawatir Sudan Selatan akan terjerumus dalam perang saudara. (*/sun)