Libya Bebaskan Empat Personel Militer AS
Sabtu, 28 Desember 2013 13:44 WIB
Washington, (Antara/AFP) - Empat personel militer Amerika Serikat telah dibebaskan setelah penahanan singkat oleh pemerintah Libya.
Keempatnya dibebaskan hanya dua jam setelah Departemen Luar Negeri AS mengumumkan penahanan mereka, kata seorang pejabat AS kepada AFP Jumat malam (27/12), yang berbicara dengan syarat tak disebut jatidirinya.
Baik Departemen Luar Negeri maupun Pentagon tak memberikan informasi lebih lanjut mengenai kasus ini.
New York Times, mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, mengatakan mereka mungkin staf militer yang melekat pada tim keamanan di kedutaan besar AS di Tripoli.
Warga Amerika di Libya telah ditargetkan lebih dari sekali sejak 2011, ketika rezim orang kuat Moamer Gaddafi digulingkan oleh kelompok pemberontak lokal didukung kekuatan udara AS dan NATO.
Pada September 2012 empat orang, termasuk Duta Besar AS untuk Libya, tewas dalam serangan terhadap konsulat AS di kota timur Benghazi oleh gerilyawan dari kubu Islam yang diduga memiliki hubungan dengan Al-Qaida.
Pada awal bulan ini, seorang guru Amerika ditembak mati saat
joging pagi di Benghazi dalam serangan yang dipersalahkan pada gerilyawan.
Pemerintah baru Libya telah berjuang untuk mengintegrasikan kelompok pemberontak yang membantu menggulingkan rezim Gaddafi ke dalam angkatan bersenjata reguler. Tetapi milisi telah mengukir tujuan mereka sendiri, masing-masing dengan ideologi sendiri dan kesetiaan regional.
Pada November, Menteri Luar Negeri John Kerry dan rekannya Menteri Luar Negeri Inggris William Hague bertemu di London dengan Perdana Menteri Libya Ali Zeidan dan setuju untuk membantu Libya menindak kekerasan milisi.
Pentagon juga mengatakan bahwa militer AS siap untuk melatih antara 5.000 sampai 8.000 tentara Libya di sebuah pangkalan di Bulgaria. Ada juga rencana untuk melatih unit kontra-terorisme yang terpisah, kata Laksamana William McRaven, Komandan Komando Operasi Khusus AS.
Tetapi Libya dan Amerika Serikat juga memiliki perbedaan pendapat: pada awal Oktober, pasukan komando AS menahan tersangka tokoh senior Al-Qaida Abu Anas al- Libi - yang didakwa atas pemboman kembar 1998 di kedutaan besar AS di Afrika Timur - di satu jalan di Tripoli dan membawanya pergi ke tahanan kapal perang Amerika.
Tersangka kemudian dipindahkan ke New York, di mana ia mengaku tidak bersalah atas tuduhan tersebut.
Penangkapan Libi mempermalukan pemerintah Libya, yang menyebutnya sebagai "penculikan" dan mengklaim tidak diberitahukan terlebih dahulu atas penangkapan itu. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Agam bebaskan PBB-P2 wajib pajak terdampak bencana hidrometeorologi
11 February 2026 10:27 WIB
Pemkot Pariaman bebaskan retribusi masuk objek wisata pasca alami bencana
29 November 2025 16:10 WIB
Percepat penuntasan PTSL, Menteri Nusron dorong kolaborasi dengan Pemda bebaskan BPHTB bagi masyarakat kecil
17 October 2025 11:04 WIB
Pemkab Pasaman luncurkan akses internet gratis bebaskan daerah blankspot
04 September 2025 16:33 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018