Rusia Prihatin Atas Serangan Terhadap Depot Senjata di Suriah
Jumat, 13 Desember 2013 7:27 WIB
Moskow, (Antara/RIA Novosti-0ANA) - Kementerian Luar Negeri Rusia Kamis menyatakan keprihatinan atas laporan-laporan bahwa kelompok Islam yang kuat telah menguasai depot senjata di Suriah utara.
Menurut laporan media Barat, Front Islam yang baru dibentuk, yang mencakup faksi-faksi Islam terbesar di Suriah, telah merebut lebih dari 10 gudang besar yang menyimpan persediaan non-mematikan dan peralatan militer serta markas oposisi Dewan Militer Tertinggi Tentara Pembebasan Suriah di kota Atme.
Penyitaan itu memicu Amerika Serikat dan Inggris untuk menangguhkan pasokan-pasokan bantuan non-mematikan kepada unit-unit Tentara Pembebaan Suriah yang beroperasi di Suriah utara.
"Perkembangan ini menimbulkan kekhawatiran, terutama dalam konteks persiapan untuk konferensi perdamaian Jenewa II," kata kementerian itu.
Front Islam, yang memiliki puluhan ribu pejuang, mengumumkan pada 22 November pengunduran diri dari Dewan Militer Tertinggi Tentara Pembebasan Suriah yang dipimpin oleh Jenderal Selim Idriss dan menyerukan pembentukan sebuah negara Islam di Suriah berdasarkan hukum syariah.
Para gerilyawan Islam juga menolak untuk mengambil bagian dalam konferensi Jenewa II, pembicaraan langsung pertama antara pemerintah Presiden Suriah Bashar Assad dan oposisi sejak perang saudara di Suriah dimulai hampir tiga tahun yang lalu.
Rusia telah berulang kali memperingatkan Amerika Serikat dan sekutu-sekutu Barat-nya tentang bahaya memberikan pemberontak Suriah dengan persediaan yang akhirnya bisa jatuh ke tangan yang salah.
Menurut laporan-laporan, pasokan disita oleh para pejuang Islam di Atme termasuk kendaraan lapis baja, peralatan visi-malam dan perangkat komunikasi canggih.
Perang saudara di Suriah sejauh ini telah menewaskan lebih dari 100.000 orang dan setidaknya sembilan juta lainna mengungsi, menurut perkiraan PBB. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prihatin pengusiran oleh sekelompok preman, Sekda Pasbar kunjungi warga rumah singgah di Kota Padang
09 January 2026 16:37 WIB
Gubernur Mahyeldi Prihatin dan Minta Pengawasan Penginapan Diperketat Pasca Insiden di Alahan Panjang
14 October 2025 16:14 WIB
Komisi IV DPR RI prihatin dengan kondisi Taman Wisata Alam (TWA) Punti Kayu Palembang
20 July 2025 7:32 WIB
Komisi Eropa prihatin atas pembatasan ekspor chip AI canggih oleh Amerika
14 January 2025 10:56 WIB, 2025
Pemerhati Hukum Kesehatan prihatin soal bayi tersandera di RSU BKM Pesisir Selatan
17 October 2023 10:15 WIB, 2023
Indonesia prihatin atas peningkatan eskalasi konflik Palestina-Israel
08 October 2023 9:21 WIB, 2023
MAKI prihatin KPK tak bisa ungkap kasus besar, ini penyebabnya menurut Boyamin
27 March 2023 6:01 WIB, 2023
Wabup Solsel prihatin anak bawah umur terlibat kasus asusila, ajak masyarakat jaga generasi muda
13 March 2023 16:35 WIB, 2023
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018