Jakarta, (ANTARA) - Menteri BUMN Dahlan Iskan berencana memperketat sekaligus memeriksa sistem dan praktik tender yang dilaksanakan oleh BUMN tahun depan. Langkah ini untuk mencegah tindakan korupsi yang tidak sesuai dengan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG). "Pak Dahlan akan fokus memeriksa sistem dan praktik tender-tender di BUMN tahun depan, agar tidak terjadi permainan dan praktik korupsi di dalamnya," kata Kabag Humas dan Protokoler Kementerian BUMN, Faisal Halimi, di Jakarta, Selasa malam (20/11). Faisal menambahkan, Dahlan menghargai tindakan PT PLN Persero yang membatalkan tender dua gardu induk yang terdapat di Sumatera Utara karena harga tender tidak wajar. "Namun, Pak Dahlan minta agar proses tender ulangnya cepat dilakukan agar kelistrikan di Sumut cepat diperbaiki," terangnya. Adapun beberapa BUMN yang berhasil mencegah tindakan kongkalikong dengan pihak lain, seperti PT Merpati Nusantara Airlines Persero, PT PAL Persero, dan PT Garam Persero. Dahlan memberikan apresiasi kepada tiga dirut BUMN tersebut. "Pak Dahlan memuji tiga Dirut BUMN yang memenuhi panggilan BK DPR RI untuk mengemukakan adanya anggota DPR yang minta bagian dana PNM," tuturnya. Pada Selasa (20/11), BK DPR memanggil tiga dirut BUMN, yaitu Dirut PT PAL Firmansyah, Dirut PT Garam Persero Yulian Lintang, dan Dirut PT Merpati Rudy Setyopurnomo. Menurut Faisal, Dahlan juga memuji keberanian tiga dirut BUMN tersebut karena berani memaparkan pengalamannya tanda rasa takut ataupun menutup-nutupi. "Pak Dahlan menghubungi ketiga dirut tersebut seusai mereka memaparkan pengalaman mereka ketika ada anggota DPR yang meminta bagian dari dana PNM," katanya. Dirut Merpati menyebutkan bahwa nama Timo Pangerang dan Moh Ichlash El Qudsi tidak termasuk dalam anggota DPR yang pernah minta bagian dana PMN. Kedua nama tersebut dinilai bersih. (*/sun)