Lubuk Sikaping (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat perketat pengawasan terhadap beras oplosan di tengah-tengah masyarakat.
Wakapolres Pasaman Kompol Budi Hendra melalui Kaur Bin Ops (KBO) Sat Reskrim Ipda Armen Nasir di Lubuk Sikaping, Kamis mengatakan petugas rutin melakukan pengecekan kualitas beras ke grosir maupuan pengencer di pasaran.
"Kita laksanakan inpeksi mendadak ke pusat-pusat grosir beras yang ada di Pasaman. Kemudian juga kepada sstiap pengencer yang ada dipasaran dan pertokoan untuk memastikan beras yang dijual tidak oplosan dimasyarakat," terang KBO Satreskrim Polres Pasaman Ipda Armen Nasir.
Kepolisian kata Ipda Armen Nasir sudah diintruksikan oleh Kapolri untuk memberantas setiap peredaran beras oplosan ditengah-tengah masyarakat sebagaimana salah satu atensi program nasional asta cita Prabowo Subianto.
"Sampai saat ini belum ada ditemukan kasus beras oplosan diwilayah Pasaman. Karena daerah ini merupakan kawasan sektor pertanian dengan surplus beras," tambahnya.
Pihaknya juga melibatkan personil Polsek jajaran untuk melaksanakan pengawasan disetiap wilayah hukum masing-masing agar tidak ada tindak pidana beras oplosan terjadi.
"Kita juga lakukan pengawasan takaran beras, serta bahan pokok lainnya sesuai atensi program ketahanan pangan. Agar para konsumen dan masyarakat tidak dirugikan," katanya.
Dia juga menghimbau kepada masyarakat turut aktif melakukan pemantauan dilapangan dan aktif melaporkan kepada kepolisian jika ditemukan tindak pidana perdagangan beras oplosan dimasyarakat.
"Jika memang terbukti bakal ditindak tegas. Kepada masyarakat kami minta juga aktif melaporkan jika ditemukan," katanya.
Sementara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman mengatakan bahwa saat ini kondisi stok pangan untuk beras sangat aman dan tercukupi.
"Alhamdulillah Pasaman surplus beras. Jadi stok pangan tercukupi," terang Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Pasaman M. Dwi Richie.
Pemkab kata Rchie juga sudah menyakurkan sekitar 530 ton beras medium ukuran 10 Kilogram kepada 26.540 keluarga di Pasaman untuk ketahanan pangan.
"Ini merupakan hasil kerjasama Komisi IV DPR RI Cindy Monica, Perusahaan Umum Bulog Cabang Bukittingi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk kesejahteraan masyarakat khususnya menjaga ketahanan pangan," tambahnya.
Bantuan ini kata dia diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan masyarakat serta memastikan bahwa setiap bantuan benar-benar sampai kepada yang membutuhkan di wilayah Pasaman.
