Medan, (Antara) - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan meninjau perkembangan Bandar Udara Kualanamu di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu, dan memeriksa kondisi sejumlah bagian bangunan.          Bagian terminal keberangkatan adalah lokasi pertama yang ditinjau Dahlan Iskan sambil berdialog dengan sejumlah petugas Bandara Kualanamu.          Di terminal keberangkatan tersebut, Dahlan Iskan mengingatkan petugas untuk menjaga kebersihan dan selalu memberikan pelayanan yang nyaman bagi penumpang.          Setelah itu, Dahlan Iskan didampingi beberapa petugas Bandara Kualanamu meninjau kebersihan toilet pria yang berada di depan terminal keberangkatan.          Kemudian, mantan Dirut PLN tersebut meninjau musholla yang berada di samping toilet untuk menyaksikan tingkat dan daya tampungnya.          Usai peninjauan itu, Dahlan Iskan menilai musholla tersebut terlalu sempit sehingga dikhawatirkan tidak mampu menampung penumpang dalam jumlah banyak jika ingin melaksanakan shalat.          Sebagai solusi, ia memerintahkan manajemen Bandara Kualanamu untuk menjadikan salah satu ruangan yang dipergunakan untuk dijadikan musholla bagi kaum wanita.          Di dinding bangunan yang ditutupi kayu yang dicat putih tersebut, Dahlan Iskan menuliskan kalimat "ruangan  ini untuk musholla wanita, bukan untuk toko".          "Musholla yang sekarang digabung laki-laki dan perempuan, sedangkan tempatnya sempit sekali," katanya.           Usai meninjau bagian terminal keberangkatan, Dahlan Iskan didampingi GM Bandara Kualanamu Said Ridwan meninjau kesiapan dan pelayanan stasiun kereta api yang melayani rute Medan-Bandara Kualanamu.          Ketika diwawancarai wartawan, Dahlan Iskan mengakui kondisi bangunan Bandara Kualanamu sangat baik dan layak bertaraf internasional.           Namun pihaknya tidak memungkiri ada beberapa bagian yang belum sempurna seperti lantai yang belum mengkilap dan dengan penataan taman yang belum selesai      Demikian juga penyiapan eskalator yang belum selesai. "Memang ada beberapa (belum selesai) yang menjadi tanggung jawab kontraktor," katanya. (*/WIJ)