Letusan Nihil, Tremor Menerus di Tangkuban Parahu
Kamis, 17 Oktober 2013 14:17 WIB
Bandung, (Antara) - Aktivitas vulkanik Gunung Tangkuban Parahu pada Kamis (17/10) tanpa letusan namun gempa tremor masih menerus di Kawah Ratu yang menjadi kawah utama gunung api di perbatasan Kabupaten Bandung Barat dan Subang itu.
"Hingga Kamis siang ini tidak ada letusan di Kawah Ratu, namun tremornya masih menerus. Status masih tetap waspada atau level II," kata Johan, petugas Posko PGA Gunung Tangkuban Parahu di Lembang Kabupaten Bandung Barat, Kamis.
Menurut Johan, dengan status waspada rekomendasi tetap seperti hari-hari sebelumnya dan masih terus dipantau intensif baik kegempaan maupun pengamatan visualnya.
"Perkembangan aktivitasnya masih fluktuatif, kondisi di puncak berawan, namun sejauh ini masih belum ada aktivitas di sekitar kawah utama," kata Johan.
Pemantauan yang dilakukan PGA tersebut juga mendapat perhatian intensif dati petugas BPDD, Satkorlak serta Polres Subang yang menempatkan personil dari Polsek Sagalaherang.
Sudah lebih sepekan status gunung api itu berstatus level II dan tertutup untuk aktivitas wisata di kawasan itu. Johan menyebutkan tremor masih menerus.
"Kondisinya masih sama seperti hari-hari sebelumnya, namun bedanya hari ini tak ada letusan," kata Johan.
Sementara itu sekitar 30-an warga Cikole Jayagiri Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung menggelar ritual di sekitar gunung tersebut yang dipimpin oleh pemuka adat warga di kawasan itu.
Acara ruwatan tersebut diisi dengan doa dan permohonan keselamatan dan agar aktivitas gunung api itu kembali normal.
Kegiatan ruwatan berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga tengah hari yang melibatkan warga setempat. Mereka menggelar ritual yang biasa mereka lakukan pada setiap adanya peningkatan aktivitas gunung itu.
"Ya memang puluhan warga di sini menggelar prosesi doa dan ruwatan, kami fasilitasi karena hal itu biasa mereka lakukan dan tujuannya positif untuk keselamatan," kata Direktur PT Graha Rani Putra Persada (GRPP) sebagai pengelola TWA Tangkuban Parahu, Putra Kaban.
Sementara itu penutupan sementara obyek wisata itu dari kunjungan wisata dimanfaatkan oleh pengelola obyek wisata alam itu untuk menggelar pelatihan dan peningkatan kemampuan SDM.
Pelatihan dilakukan di Terminal Gunung Tangkuban Parahu di bawah arahan instruktur dari kepolisian, BPBD serta elemen lainnya.
"Kondisi ini kami manfaatkan untuk meningkatkan SDM, selain pada pelayan mereka juga dilatih SAR dan kedaruratan bencana alam gunung api," kata Putra Kaban menambahkan.
Sementara itu dampak penutupan obyek wisata Gunung Tangkuban Parahu, juga mengakibatkan sekitar seribuan pedagang yang biasa berjualan di lokasi itu harus kehilangan mata pencahariannya.
Sebagian dari para pedagang asongan menyiasatinya dengan tetap berjualan di pintu gerbang obyek wisata alam itu memanfaatkan kehadiran calon pengunjung yang terpaksa harus balik lagi karena penutupan obyek wisata itu.
"Sekitar 95 persen aktivitas perdagangan di sini di sektar kawah utama, sehingga praktis tidak bisa berjualan. Kami menutup kawasan itu," katanya menambahkan. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kado manis di penghujung tahun 2021, PLN UIW Sumbar sukses nihil piutang
31 December 2021 13:22 WIB, 2021
Seorang nenek di Garagahan Agam hilang, tim gabungan mencari tapi masih nihil
03 November 2021 20:08 WIB, 2021
Nihil tilang, pada pelaksanaan Operasi Patuh Singgalang 2021 hari kedua di Pasaman
22 September 2021 18:10 WIB, 2021
April-Mei 2020 kunjungan wisatawan asing ke Sumbar nihil karena pandemi COVID-19, menurut BPS
03 July 2020 17:11 WIB, 2020
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018