Washington, (Antara/AFP) - Amerika Serikat pada Rabu menyuarakan keprihatinannya setelah Pemerintah Yaman membebaskan seorang wartawan yang telah dipenjara selama tiga tahun atas tuduhan memiliki hubungan dengan Al Qaeda. Wartawan investigasi Abdul Ilah Haydar Shae ditangkap pada 16 Agustus 2010 dengan tuduhan mempromosikan Al Qaeda dan dijatuhi hukuman lima tahun penjara. Tapi dia dibebaskan Selasa setelah menjalani hukuman selama tiga tahun dan memperoleh pengampunan dari Presiden Abdrabuh Mansur Hadi. "Kami prihatin dan kecewa dengan pembebasan lebih awal itu," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri Jen Psaki. "Dia dijatuhi hukuman oleh pengadilan Yaman selama lima tahun penjara atas keterlibatan dengan Al Qaeda di Semenanjung Arab. Kami juga telah menyampaikan keprihatinan kami kepada pemerintah Yaman. " Shae ditangkap setelah melaporkan keterlibatan Amerika Serikat dalam serangan udara mematikan melawan Al Qaeda di Yaman selatan, menurut kelompok hak asasi manusia yang telah menyerukan pembebasannya. Tahun lalu, Amnesty International mengatakan Shae telah menuduh keterlibatan Amerika Serikat dalam serangan rudal di Al-Majalah, Provinsi Abyan, Yaman selatan, pada Desember 2009. Ia mencatat jika serangan itu menewaskan 41 warga setempat, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan 14 tersangka Al Qaeda. Dia mulanya telah diperintahkan untuk dibebaskan oleh mantan orang kuat Yaman, Ali Abdullah Saleh pada 2011, tetapi kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan hal itu tidak pernah dilakukan karena tekanan dari Amerika Serikat. Psaki tidak mengomentari tuduhan jika Washington telah memberikan tekanan pada Sanaa. Ia hanya mengatakan "ia dihukum dan dijatuhi hukuman dan ia dibebaskan lebih awal dan itu bukan hal yang kami sukai." (*/sun)