AS Prihatin Pembebasan Wartawan Terkait Al Qaeda di Yaman
Jumat, 26 Juli 2013 5:24 WIB
Washington, (Antara/AFP) - Amerika Serikat pada Rabu menyuarakan keprihatinannya setelah Pemerintah Yaman membebaskan seorang wartawan yang telah dipenjara selama tiga tahun atas tuduhan memiliki hubungan dengan Al Qaeda.
Wartawan investigasi Abdul Ilah Haydar Shae ditangkap pada 16 Agustus 2010 dengan tuduhan mempromosikan Al Qaeda dan dijatuhi hukuman lima tahun penjara.
Tapi dia dibebaskan Selasa setelah menjalani hukuman selama tiga tahun dan memperoleh pengampunan dari Presiden Abdrabuh Mansur Hadi.
"Kami prihatin dan kecewa dengan pembebasan lebih awal itu," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri Jen Psaki.
"Dia dijatuhi hukuman oleh pengadilan Yaman selama lima tahun penjara atas keterlibatan dengan Al Qaeda di Semenanjung Arab. Kami juga telah menyampaikan keprihatinan kami kepada pemerintah Yaman. "
Shae ditangkap setelah melaporkan keterlibatan Amerika Serikat dalam serangan udara mematikan melawan Al Qaeda di Yaman selatan, menurut kelompok hak asasi manusia yang telah menyerukan pembebasannya.
Tahun lalu, Amnesty International mengatakan Shae telah menuduh keterlibatan Amerika Serikat dalam serangan rudal di Al-Majalah, Provinsi Abyan, Yaman selatan, pada Desember 2009. Ia mencatat jika serangan itu menewaskan 41 warga setempat, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan 14 tersangka Al Qaeda.
Dia mulanya telah diperintahkan untuk dibebaskan oleh mantan orang kuat Yaman, Ali Abdullah Saleh pada 2011, tetapi kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan hal itu tidak pernah dilakukan karena tekanan dari Amerika Serikat.
Psaki tidak mengomentari tuduhan jika Washington telah memberikan tekanan pada Sanaa. Ia hanya mengatakan "ia dihukum dan dijatuhi hukuman dan ia dibebaskan lebih awal dan itu bukan hal yang kami sukai." (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prihatin pengusiran oleh sekelompok preman, Sekda Pasbar kunjungi warga rumah singgah di Kota Padang
09 January 2026 16:37 WIB
Gubernur Mahyeldi Prihatin dan Minta Pengawasan Penginapan Diperketat Pasca Insiden di Alahan Panjang
14 October 2025 16:14 WIB
Komisi IV DPR RI prihatin dengan kondisi Taman Wisata Alam (TWA) Punti Kayu Palembang
20 July 2025 7:32 WIB
Komisi Eropa prihatin atas pembatasan ekspor chip AI canggih oleh Amerika
14 January 2025 10:56 WIB, 2025
Pemerhati Hukum Kesehatan prihatin soal bayi tersandera di RSU BKM Pesisir Selatan
17 October 2023 10:15 WIB, 2023
Indonesia prihatin atas peningkatan eskalasi konflik Palestina-Israel
08 October 2023 9:21 WIB, 2023
MAKI prihatin KPK tak bisa ungkap kasus besar, ini penyebabnya menurut Boyamin
27 March 2023 6:01 WIB, 2023
Wabup Solsel prihatin anak bawah umur terlibat kasus asusila, ajak masyarakat jaga generasi muda
13 March 2023 16:35 WIB, 2023
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018