Bayi Gorila Tewas di Kebun Binatang Carolina Utara
Kamis, 11 Juli 2013 20:22 WIB
Gorila. (Antara)
Carolina Utara, (Antara/Reuters) - Seekor bayi gorila, yang dilahirkan di kebun binatang Carolina Utara, pada Rabu pagi ditemukan tewas di kandangnya dalam pelukan induknya, yang mungkin tidak sengaja berguling menimpa bayinya pada malam hari, kata petugas.
Dengan menyebut peristiwa itu sebagai salah satu yang paling menyedihkan dalam sejarah kebun binatang Carolina Utara, petugas mengatakan bahwa mereka mungkin tidak akan pernah tahu penyebab pasti kematian bayi gorila dataran rendah itu.
Staf kebun binatang percaya bahwa induk baru itu, Acacia, mungkin berguling dan menimpa bayi jantannya saat ia sedang tidur.
Pekerja kebun binatang mengetahui hal itu di pagi hari, saat melakukan pemeriksaan pada pasangan yang berada di bawah perawatan 24 jam setelah kelahiran sang bayi Minggu.
Bayi itu merupakan bayi ketiga yang dilahirkan di kebun binatang itu tahun lalu.
Induk jantan dari ketiga bayi gorila itu adalah Nkosi, gorila berusia 21 tahun yang tiba di kebun binatang itu pada tahun 2008 sebagai bagian dari Rencana Kelangsungan Hidup Gorilla Asosiasi Kebun Binatang & Akuarium.
Tingkat kelahiran yang tinggi dirayakan sebagai sesuatu yang langka karena baik untuk kebun binatang ataupun untuk Amerika Serikat, rata-rata hanya lahir lima gorila di kebun binatang Amerika Serikat setiap tahunnya, kata para petugas kebun binatang.
Dua gorila lain yang lahir pada bulan Agustus 2012 berada dalam kondisi sehat dan tinggal di kebun binatang itu.
Primata sering kehilangan anak sulung mereka karena kurangnya pengalaman atau kecelakaan, tetapi selalu berhasil membesarkan lebih banyak keturunan nantinya, kata Adrian Fowler, kurator mamalia kebun binatang itu.
"Gorila menghadapi risiko yang sama persis dengan manusia pada awal periode neonatal, bahkan dalam bidang itu, penyebab
kematian bayi dini sering tetap tidak diketahui, "kata Fowler.
Bayi gorila itu dilahirkan dengan bedah caesar setelah Acacia
berjuang selama 24 jam untuk melahirkan dan hubungan induk dan anaknya berjalan baik, kata para pejabat kebun binatang.
Bayi itu sehat dan induknya sudah sembuh dari operasi sehingga cukup mampu untuk merawatnya, kata Mike Loomis, Kepala Dokter Hewan di kebun binatang itu.
"Ini benar-benar disayangkan," kata Loomis, "Tapi ada peluang kita harus mengalami situasi semacam ini. Kita harus memberikan induknya kesempatan untuk merawat bayinya sendiri." (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bahan tembakau gorila sintetis di Bandung: ganja sintetis dicampur metanol dan tembakau
06 March 2020 20:17 WIB, 2020
Hasil pengembangan dari pengedar, polisi ungkap pabrik rumahan tembakau gorila sintetis
03 March 2020 16:25 WIB, 2020
Polisi : Zaman semakin canggih, pengedar narkoba manfaatkan media sosial jalankan bisnis haram
08 February 2020 22:36 WIB, 2020
Polisi bongkar komplotan pengedar cairan vape mengandung tembakau gorila
28 October 2019 19:37 WIB, 2019
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018