Petani Pesisir Selatan Butuh Perbaikan Irigasi
Sabtu, 6 Juli 2013 12:57 WIB
Irigasi. (Antara)
Painan, (Antara) - Petani di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan membutuhkan perbaikan jaringan irigasi yang rusak berat akibat longsor pada beberapa waktu lalu di daerah itu.
Isal (43) warga Basa Ampek Balai Tapan, Sabtu, mengatakan jaringan irigasi tersebut mengalami rusak berat sekitar 100 meter akibat tertimbun tanah longsor pada musim hujan tahun 2012.
Jaringan irigasi tersebut sangat bermanfaat bagi petani untuk mengairi lahan sawahnya di kecamatan itu. Luas lahan pertanian khususnya sawah yang dapat diairi jaringan irigasi tersebut sebelumnya sekitar 3.000 hektar. Kini lahan sawah tersebut tidak lagi dapat ditanam padi oleh petani.
"Kami sangat berharap kepada pemerintah untuk segera memperbaiki jaringan irigasi yang terletak di Kampung Ampang Tulak, Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan ini karena manfaatnya sangat besar bagi petani, " kata dia.
Jaringan irigasi tersebut merupakan alat yang vital bagi petani untuk mengairi lahan sawahnya karena tanpa irigasi petani di kecamatan itu tidak akan mampu mengolah lahan secara maksimal, maka akan berdampak besar terhadap pengurangan hasil pertanian khususnya padi di daerah itu ke depannya.
"Saat ini petani sangat membutuhkan air yang cukup untuk mengairi lahan sawahnya dalam bercocok tanam seiring masuknya musim tanam kedua pada tahun 2013," ujar dia.
Kepala Bidang Irigasi dan Sungai, Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air (PSDA) kabupaten setempat, Davitra mengatakan irigasi Ampang Tulak Tapan tersebut dapat mengairi lahan pertanian sawah petani sekitar 3.000 hektar yang tersedia di di kecamatan itu.
Terkait kerusakan irigasi Ampang Tulak Tapan akibat tertimbun tanah longsor tersebut pihaknya sudah mengetahui setelah mendapat laporan dari masyarakat melalui Pemerintahan Nagari (Desa Adat) yang bersangkutan.
Meskidemikian, kata dia, pemkab setempat belum bisa mengambil tindakan untuk melakukan perbaikan irigasi tersebut karena keterbatasan anggaran yang dimiliki kabupaten itu dan irigasi itu juga merupakan tanggungjawab pemerintah provinsi.
"Dinas PSDA setempat sudah survey ke lokasi untuk memastikan kejadian itu, namun tidak bisa berbuat banyak karena hal itu tanggungjawab pemerintah provinsi, " sebut dia.
Jaringan irigasi yang tertimbun merupakan jaringan utama untuk mengaliri lahan pertanian seluas 3.000 hektare di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan. (*/jun)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Safari ramadan di Pesisir Selatan, Wagub Vasko salurkan bantuan untuk dua masjid
13 March 2026 8:26 WIB
11 Pejabat strategis Pemkab Pesisir Selatan dilantik, Bupati dorong terobosan baru
06 January 2026 10:16 WIB
Tim kesehatan DPP PDI Perjuangan tembus kampung yang sempat terisolasi di Pesisir Selatan
05 January 2026 13:26 WIB
Sepanjang 2025, Kejari Pesisir Selatan Tangani 276 SPDP dan Tuntaskan 145 Perkara
03 January 2026 6:46 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018