Kemenhut-Jica Bahas Konservasi Bakau Internasional
Selasa, 6 November 2012 12:44 WIB
Jakarta, (ANTARA) - Kementerian Kehutanan dan Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) mengadakan lokakarya mengenai konservasi tanaman bakau yang dihadiri 30 utusan dari negara di kawasan Asia Tenggara dan Timor Leste.
Lokakarya yang berlangsung di Surabaya 4-10 November tersebut, merupakan salah satu proyek kerja sama teknik yang dilaksanakan Kementerian Kehutanan dan JICA dengan tema resmi "Proyek Konservasi dan Pemanfaatan Berkelanjutan Ekosistem Bakau di Kawasan ASEAN", demikian siaran pers Kedutaan Besar Jepang yang diterima di Jakarta, Selasa.
Hubungan kerja sama ini telah terjalin sejak 1992, bertujuan untuk mengembangkan mekanisme kerja sama dengan dua alat utama yakni untuk saling berbagi dan saling belajar mengenai konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan ekosistem bakau di kawasan Asia Tenggara.
Sebanyak 30 delegasi yang hadir pada kegiatan lokakarya tersebut dari berbagai latar belakang: pejabat, tokoh masyarakat setempat, dan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Dalam kegiatan lokakarya tersebut, para delegasi berbagi pengalaman, pengetahuan, dan pembelajaran tentang konservasi bakau serta melakukan kunjungan ke Gunung Anyar, Wonorejo yang merupakan kawasan konservasi bakau yang dikembangkan pemerintah Kota Surabaya dan menjadi rumah bagi Ekowisata Bakau Anyar.
Upaya yang telah dilakukan untuk konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan ekosistem bakau di negara-negara dalam kawasan Asia Tenggara yakni pelaksanaan rehabilitisasi terhadap daerah-daerah yang telah dieksploitasi secara besar-besaran serta penggunaan sumber daya yang berkelanjutan untuk memberantas kemiskinan. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018