Jakarta, (ANTARA) - Kementerian Kehutanan dan Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) mengadakan lokakarya mengenai konservasi tanaman bakau yang dihadiri 30 utusan dari negara di kawasan Asia Tenggara dan Timor Leste. Lokakarya yang berlangsung di Surabaya 4-10 November tersebut, merupakan salah satu proyek kerja sama teknik yang dilaksanakan Kementerian Kehutanan dan JICA dengan tema resmi "Proyek Konservasi dan Pemanfaatan Berkelanjutan Ekosistem Bakau di Kawasan ASEAN", demikian siaran pers Kedutaan Besar Jepang yang diterima di Jakarta, Selasa. Hubungan kerja sama ini telah terjalin sejak 1992, bertujuan untuk mengembangkan mekanisme kerja sama dengan dua alat utama yakni untuk saling berbagi dan saling belajar mengenai konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan ekosistem bakau di kawasan Asia Tenggara. Sebanyak 30 delegasi yang hadir pada kegiatan lokakarya tersebut dari berbagai latar belakang: pejabat, tokoh masyarakat setempat, dan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Dalam kegiatan lokakarya tersebut, para delegasi berbagi pengalaman, pengetahuan, dan pembelajaran tentang konservasi bakau serta melakukan kunjungan ke Gunung Anyar, Wonorejo yang merupakan kawasan konservasi bakau yang dikembangkan pemerintah Kota Surabaya dan menjadi rumah bagi Ekowisata Bakau Anyar. Upaya yang telah dilakukan untuk konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan ekosistem bakau di negara-negara dalam kawasan Asia Tenggara yakni pelaksanaan rehabilitisasi terhadap daerah-daerah yang telah dieksploitasi secara besar-besaran serta penggunaan sumber daya yang berkelanjutan untuk memberantas kemiskinan. (*/sun)