Moskow, (Antara/Xinhua-OANA) - Satu pesawat Aeroflot yang dilaporkan membawa mantan kontraktor Lembaga Keamanan Nasional dan dicari oleh AS karena mengungkapkan program rahasia pengawasan mendarat di Bandar Udara Sheremetyevo, Moskow, Ahad (23/6). Pesawat SU213 dari Hong Kong mendarat di Terminal F pada pukul 17.05 waktu Moskow (20.05 WIB), tapi bandar udara tersebut tak bisa mengabsahkan laporan bahwa Edward Snowden berada di pesawat itu, kata Pejabat Pers bandar udara Roman Genis kepada Xinhua. Semua penumpang diharuskan melewati petugas pabean dan bagian pengawas paspor sebelum memasuki daerah terminal. Sebagian penumpang dari pesawat SU213 mengatakan mereka tidak tahu apakah Snowden (29) berada di dalam pesawat tersebut. Kantor berita ITAR-Tass dengan mengutip keterangan seorang pejabat Aeroflot melaporkan Snowden berada di dalam Pesawat SU213. Menurut laporan itu, Snowden bermaksud terbang ke Kuba pada Senin lalu ke Karakas, Venezuela. Wartawan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi-- melihat dua mobil dari Kedutaan Besar Ekuador di Rusia diparkir di luar bandar udara Moskow tersebut. Satu mobil kemudian pergi dengan membawa pegawai kedutaan. Para pejabat kedutaan besar itu menolak untuk berkomentar apakah mereka akan menjemput Snowden. Snowden dilaporkan disertai oleh seorang perempuan yang hanya diidentifikasi sebagai Sara Harrison dalam penerbangan ke Moskow, kata beberapa laporan. Snowden terbang ke Hong Kong pada 20 Mei, setelah mengungkap dua program rahasia pengawasan oleh NSA --satu untuk mengumpulkan catatan telepon AS dan satu lagi pengumpulan data Internet. Karena Snowden tak memiliki visa Rusia, ia diduga tetap berada di terminal bandar udara tersebut sampai naik Pesawat SU150 ke Havana, Kuba, dan terbang lagi ke Karakas, Venezuela, kata media setempat. Satu saluran televisi Russian News mengatakan Snowden berencana naik pesawat tujuan Havana pada pukul 02.00 waktu Moskow (07.00 WIB) pada Senin. Menurut laporan yang belum diverifikasi, kemungkinan tujuan lain Snowden meliputi Islandia dan Ekuador. Polisi di Bandar Udara Sheremetyevo di Moskow sebelumnya mengatakan mereka tak berencana menahan Snowden jika ia memiliki visa yang sah. Pada Ahad pagi, Pemerintah Wilayah Administrasi Khusus Hong Kong (HKSAR), China, mengkonfirmasi Snowden telah meninggalkan wilayah itu. "Snowden telah meninggalkan Hong Kong melalui cara normal dan sah menuju negara ketiga," kata Pemerintah HKSAR di dalam satu pernyataan. "Pemerintah telah memberitahu Pemerintah AS mengenai kepergian Snowden dari Hong Kong," demikian isi satu pernyataan. (*/sun)