Rowhani Harapkan Iran dan Kekuatan Barat Capai Kesepakatan
Selasa, 18 Juni 2013 6:19 WIB
Teheran, (Antara/AFP) - Presiden terpilih Hassan Rowhani menyampaikan harapannya pada Senin bahwa Iran dapat mencapai satu persetujuan baru dengan kekuatan-kekuatan internasional mengenai program nuklirnya dengan mengatakan satu perjanjian hendaknya dicapai melalui transparansi dan saling percaya.
Rowhani, ulama moderat yang dinyatakan sebagai pemenang dalam pemilihan presiden Iran pada Sabtu mengakhiri pemerintahan konservatif selama delapan tahun, juga melukiskan sanksi-sanksi yang diberlakukan terhadap Iran terkait isu nuklir itu tidak adil dan tak dapat dibenarkan.
Kemenangan tokoh yang berusia 64 tahun itu meningkatkan harapan-harapan akan redanya hubungan yang renggang antara Iran dan negara-negara Barat tetapi dia menggunakan jumpa pers pertamanya pada Senin untuk menepis akan ada penghentian pengayaan uranium yang menimbulkan kontroversi.
"Periode ini sudah berakhir," kata Rowhani, merujuk pada tuntutan internasional bagi penghentian program pengayaan uranium Iran.
Ada banyak jalan membangun kepercayaan dengan Barat, katanya, karena Iran akan lebih transparan menunjukkan bahwa aktivitasnya sesuai dengan kerangka kerja peraturan-peraturan internasional.
Rowhani sebelumnya bertekad memulihkan hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat, yang memutuskan hubungan setelah penguasaan Kedutaan Besar AS oleh para mahasiswa tahun 1979.
Kemenangannya dibantu oleh kubu reformis dan hasil pemilihan Jumat disambut baik oleh ribuan orang yang turun ke jalan-jalan.
Teheran telah terlibat bersama dengan kelompok P5+1 yakni para anggota tetap Dewan Keamanan PBB: Inggris, China, Prancis, Rusia, Amerika serikat plus Jerman sejak tahun 2006 mengenai program nuklirnya. Tapi belum juga ada terobosan setelah mereka mengadakan beberapa pertemuan.
Kegagalan mencapai satu kesepakatan dalam negosiasi-negosiasi telah membuat Republik Islam itu diterpa sanksi-sanksi internasional yang mengganggu ekonominya.
"Ancaman dan sanksi tidak efektif," katanya kepada wartawan Senin.
"Sanksi-sanksi itu tak adil, rakyat Iran menderita dan kegiatan (nuklir) kami legal. Sanksi-snaksi ini illegal dan hanya menguntungkan Israel," kata Rowhani, yang akan menggantikan Presiden Mahmoud Ahmadinejad pada awal Agustus.
Negara-negara Barat dan Israel yakin program itu sedang digunakan untuk membangun satu bom atom tetapi Teheran selalu menyatakan bahwa program itu bertujuan untuk makssud-maksud damai. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ikuti zoom meeting, Kepala Kantor Pertanahan Pasaman harapkan pelaksana PTSL berjalan lebih optimal
10 February 2026 19:24 WIB
Wako Padang Panjang harapkan regulasi jelas agar MBG berdampak ekonomi bagi masyarakat
29 January 2026 18:36 WIB
Wako Padang Panjang harapkan Baznas 2025--2030 kelola zakat lebih profesional dan berkelanjutan
31 December 2025 4:43 WIB
Ricky Donals harapkan potensi Sumbar yang melimpah jadi tiger pertumbuhan daerah
26 October 2025 15:40 WIB
Pertemuan perdana, Sekjen ATR/BPN harapkan peran penyidik PNS dalam penegakan hukum internal
23 October 2025 14:07 WIB
Pemkab Pasaman Barat harapkan percepatan penyelesaian Pelabuhan Teluk Tapang
18 September 2025 16:10 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018