22 Tahanan Kabur dari Penjara Setelah Serangan
Senin, 3 Juni 2013 8:29 WIB
Niamey, (Antara/Reuters) - Sekitar 22 tahanan, termasuk
para gerilyawan, melarikan diri dari penjara di ibu kota Niger
setelah beberapa pria bersenjata menyerang penjara dan menewaskan dua penjaganya, kata pemerintah Ahad.
Pembombolan penjara itu terjadi sepekan setelah kelompok Al Qaida
menggerebek sebuah tambang uranium dan barak militer di Niger, meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik di tetangga Mali bisa menyebar ke negara-negara Afrika Barat lainnya.
Di antara 22 tahanan belum ditemukan beberapa yang dihukum atas tuduhan terorisme termasuk Alassane Ould Mohamed yang menjalani hukuman 20 tahun karena kasus pembunuhan empat warga Arab Saudi
dan Amerika, kata pemerintah dalam satu pernyataan.
"Orang-orang itu kini secara aktif sedang dicari," kata menteri kehakiman Niger dan juru bicara pemerintah Marou Amadou dalam
satu pernyataan.
"Kami meminta kerja sama masyarakat untuk mencegat mereka."
Pemerintah mengatakan dua penjaga penjara tewas saat penggerebekan
di penjara pada Sabtu dan tiga lainnya mengalami luka serius,
sementara dua penyerang tewas dan dua lainnya ditangkap.
Mohamed dijatuhi hukuman pada Juni 2012 atas keterlibatannya dalam
serangan terhadap sekelompok wisatawan di safari berburu yang menewaskan empat warga Saudi pada Desember 2009 dan pembunuhan terhadap seorang Amerika di sebuah bar di Niamey tahun 2000.
Para pejabat mengatakan pada Sabtu malam upaya melarikan diri itu dipastikan gagal.
Dalam insiden terpisah pada Minggu, pasukan keamanan melepaskan
tembakan pada satu kendaraan tersangka yang telah dikendarai beberapa kali di sekitar bangunan perumahan satuan polisi anti-teror di negara itu.
Satu orang di dalam kendaraan itu tewas dan satu lagi terluka, kata pernyataan itu, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Niger telah muncul sebagai sekutu kuat Prancis dan Amerika
Serikat dalam perang melawan kelompok Al Qaida di wilayah gersang
Sahel.
Angkatan bersenjatanya telah mengerahkan 650 tentara di negara tetangga Mali untuk turut mengambil bagian dalam perang yang dipimpin Prancis terhadap kelompok Islamis bersenjata yang merebut dua-pertiga wilayah utara negara itu tahun lalu.
Pemerintah telah berupaya untuk menutup perbatasan gurun yang keropos dengan kelompok-kelompok gerilyawan yang dianggap telah menggeser basis mereka ke Libya selatan dan telah memungkinkan AS untuk membangun satu pangkalan pesawat tak berawak di wilayahnya. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kejaksaan Agung ungkap Dirpem JAKTV nonaktif wajib lapor usai jadi tahanan kota
28 April 2025 13:03 WIB
Menteri Agus Andrianto berbincang hingga makan bersama tahanan di Cipinang
25 February 2025 14:30 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018