Hatta Harapkan Studi Kelayakan JSS Mulai 2014
Sabtu, 1 Juni 2013 7:17 WIB
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa. (Antara)
Jakarta, (Antara) - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengharapkan studi kelayakan megaproyek Jembatan Selat Sunda dapat dimulai pada 2014 sehingga pembangunan sarana infrastruktur tersebut dapat segera dilaksanakan.
"Pada tahun 2014, kita harapkan studi kelayakan (FS) sudah berjalan. 'Groundbreaking'-nya nanti tergantung selesainya studi kelayakan," ujarnya di Jakarta, Jumat (31/5).
Hatta mengatakan bahwa penyelesaian masalah terkait dengan Perpres Nomor 86 Tahun 2011 tentang Pengembangan Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda masih menunggu hasil pertemuan tim tujuh.
"Tim tujuh hingga saat ini belum melapor dan menyerahkan rekomendasi kepada saya," katanya.
Tim tujuh yang terbentuk pada bulan Juli 2012 beranggotakan Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Keuangan, Menteri Perindustrian, Kepala Bappenas, Menteri Hukum dan HAM, Sekretaris Negara, dan Sekretaris Kabinet.
Namun, dia memastikan pemerintah tidak akan membangun kawasan di sekitar proyek pembangunan jembatan terlebih dahulu dan proses studi kelayakan tidak akan menggunakan dana dari APBN.
"Kalau mengerjakan kawasan terlebih dahulu, itu tidak betul. Dan, kalau memakai APBN, nanti orang Kalimantan dan Papua bisa marah, maka keputusan harus 'proper'," ujarnya.
Hatta meminta semua pihak untuk menunggu rekomendasi dari tim tujuh agar rencana pembangunan jembatan tersebut tidak menimbulkan kesimpangsiuran dan melahirkan kepastian dari segi administrasi hukum.
"Yang jelas, itu bukan pekerjaan seperti membangun jembatan penyeberangan. Ini urusan besar yang memerlukan kecermatan tinggi," ujarnya.
Pembangunan Jembatan Selat Sunda diproyeksikan menghabiskan biaya sekitar Rp225 triliun. Jembatan itu akan dibuat sepanjang 29 kilometer yang terdiri atas jalan tol, rel kereta api, serta pipa gas dan jalur fiberoptik.
Menurut rencana, pencanangan tiang pertama (groundbreaking) pembangunan proyek KPS ini berlangsung pada tahun 2014. Namun, masih ada beberapa masalah yang harus diselesaikan terkait dengan studi kelayakan. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ikuti zoom meeting, Kepala Kantor Pertanahan Pasaman harapkan pelaksana PTSL berjalan lebih optimal
10 February 2026 19:24 WIB
Wako Padang Panjang harapkan regulasi jelas agar MBG berdampak ekonomi bagi masyarakat
29 January 2026 18:36 WIB
Wako Padang Panjang harapkan Baznas 2025--2030 kelola zakat lebih profesional dan berkelanjutan
31 December 2025 4:43 WIB
Ricky Donals harapkan potensi Sumbar yang melimpah jadi tiger pertumbuhan daerah
26 October 2025 15:40 WIB
Pertemuan perdana, Sekjen ATR/BPN harapkan peran penyidik PNS dalam penegakan hukum internal
23 October 2025 14:07 WIB
Pemkab Pasaman Barat harapkan percepatan penyelesaian Pelabuhan Teluk Tapang
18 September 2025 16:10 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018