Menkeu Harapkan Pembahasan RAPBN-P Berlangsung Cepat
Rabu, 22 Mei 2013 17:20 WIB
Jakarta, (Antara) - Menteri Keuangan Chatib Basri mengharapkan pembahasan RAPBN-Perubahan 2013 dapat berlangsung cepat, agar pemerintah memiliki kepastian dalam menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
"Mudah-mudahan APBN-Perubahan bisa selesai segera dan waktunya tidak terlalu lama," katanya seusai rapat kerja Badan Anggaran DPR RI dengan pemerintah di Jakarta, Rabu.
Menurut Chatib, salah satu pembahasan yang krusial dalam RAPBN-Perubahan 2013, adalah terkait pemberian kompensasi bagi masyarakat miskin yang terkena dampak kenaikan harga BBM bersubsidi.
"Itu dengan sendirinya mitigasi bisa dilakukan seandainya pemerintah menaikkan harga BBM," katanya.
Chatib mengatakan RAPBN-Perubahan ini juga mengantisipasi upaya pengendalian dan penghematan subsidi BBM, melalui kenaikan harga premium sebesar Rp2.000 per liter dan harga solar Rp1.000 per liter mulai Juni 2013.
"Kalau BBM naik, kenaikan subsidi BBM tidak setinggi kalau BBM tak dinaikkan. Jadi kalau BBM tak dinaikkan, subsidinya bisa besar sekali," katanya.
Pemerintah telah menetapkan alokasi belanja subsidi BBM dalam RAPBN-Perubahan sebesar Rp209,9 triliun atau lebih tinggi dari APBN 2013 sebesar Rp193,8 triliun.
Namun, apabila tidak ada kenaikan harga BBM, belanja subsidi BBM diperkirakan mencapai Rp297,7 triliun dan mempengaruhi defisit anggaran yang dapat mencapai 3,83 persen terhadap PDB.
Ketua Badan Anggaran DPR RI Ahmadi Noor Supit mengaku pesimis bahwa pembahasan RAPBN-Perubahan dapat selesai dalam sebulan karena waktu yang ada sangat terbatas, padahal banyak yang harus didiskusikan.
"Bisa satu bulan, tapi kalau kepentingannya itu untuk rakyat, kita membutuhkan tambahan waktu. Jadi saya kira sulit," ujarnya.
Politisi Partai Golkar ini juga heran terhadap sikap pemerintah yang menunggu selesainya pembahasan RAPBN-Perubahan untuk menaikkan harga BBM, karena hal tersebut sudah tidak membutuhkan persetujuan dari parlemen.
"Seharusnya pemerintah menaikkan terlebih dahulu harga BBM-nya. Karena itu sudah domain pemerintah, kenapa harus menunggu kita," kata Ahmadi.
Menurut dia, pemerintah akan rugi apabila tidak menaikkan harga BBM bersubsidi bulan depan, karena semua penghitungan estimasi belanja dalam RAPBN-Perubahan berdasarkan kenaikan harga per Juni 2013.
"Setelah Juni sudah mau memasuki puasa. Kita juga susah, karena pemerintah sudah memiliki ancang-ancang kenaikan dan itu harus per Juni, kalau tidak angkanya berubah lagi," katanya. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ikuti zoom meeting, Kepala Kantor Pertanahan Pasaman harapkan pelaksana PTSL berjalan lebih optimal
10 February 2026 19:24 WIB
Wako Padang Panjang harapkan regulasi jelas agar MBG berdampak ekonomi bagi masyarakat
29 January 2026 18:36 WIB
Wako Padang Panjang harapkan Baznas 2025--2030 kelola zakat lebih profesional dan berkelanjutan
31 December 2025 4:43 WIB
Ricky Donals harapkan potensi Sumbar yang melimpah jadi tiger pertumbuhan daerah
26 October 2025 15:40 WIB
Pertemuan perdana, Sekjen ATR/BPN harapkan peran penyidik PNS dalam penegakan hukum internal
23 October 2025 14:07 WIB
Pemkab Pasaman Barat harapkan percepatan penyelesaian Pelabuhan Teluk Tapang
18 September 2025 16:10 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018