Waspadai Jajanan Anak Mengandung Zat Berbahaya
Selasa, 7 Mei 2013 20:45 WIB
Yogyakarta, (Antara) - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makananan Yogyakarta menemukan kandungan zat berbahaya pada 20 persen pangan jajanan anak sekolah dasar di daerah setempat.
"Orang tua serta guru harus mewaspadai makanan atau jajanan anak yang dikonsumsi dari penjual di sekitar sekolah. Berdasarkan pemeriksaan jajanan sekolah dari 31 sekolah dasar di DIY ditemukan jajanan mengandung boraks, formalin, serta rodamin," kata Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen Balai Besar Pengawasan Obat dan Makananan (BBPOM) Yogyakarta Dyah Sulistyorini di Yogyakarta, Selasa.
Menurut Dyah masih banyaknya penjualan jajanan dengan kandungan bahan berbahaya lebih banyak disebabkan ketidakpedulian serta ketidaktahuan pedagang daripada hanya terkait masalah keuntungan.
"Kalau keuntungan, saya kira tidak masalah. Para pedagang bisa menaikkan sedikit harga jual tetapi aman dan sehat,"katanya.
Sementara itu, dia mengatakan, berdasarkan penelitian Januari hingga April 2013, sampel yang secara positif terkandung boraks, rodamin, serta formalin yang telah diuji oleh BBPOM di Yogyakarta antara lain terdapat pada bakso dan es dawet.
Untuk mengurangi maraknya penggunaan serta konsumsi jajanan dengan bahan berbahaya, pihaknya hingga saat ini mengupayakan program edukasi di seluruh SD di DIY melalui program Pangan dan Jajanan Anak Sekolah (PJAS).
Dalam program PJAS, kata dia, pemerintah melalui BBPOM memberikan pendidikan dan latihan singkat kepada jajaran guru, siswa serta kepala sekolah terkait penanggulangan makanan dengan kandungan bahan berbahaya.
Pelatihan tersebut, kata dia, bertujuan untuk menciptakan kemandirian sekolah dalam melindungi siswa dari jajanan berbahaya.
Pascapelatihan singkat tersebut, lanjut dia, kepala sekolah juga dapat memberikan edukasi terhadap para penjual jajanan di sekitar masing-masing sekolah.
"Dengan bekal tersebut, sekolah dapat melakukan pengawasan secara mandiri dan intens. Kalau BBPOM harus mengawasi seluruhnya setiap hari tentu tidak bisa, "katanya.
Selain itu, kata dia, pihak sekolah juga dianjurkan untuk memberikan pemahaman terhadap wali murid terkait pengawasan konsumsi makanan berbahan berbahaya melalui pertemuan rutin yang bisa diadakan oleh pihak sekolah.
"Di sini intervensi orang tua penting untuk memberikan pengawasan serta penanaman pemahaman terhadap anak masing-masing," katanya. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Lontong kikil dan jajanan pasar menu utama pisah sambut kepala negara
20 October 2024 8:05 WIB, 2024
Pemkab Pessel minta masyarakat proaktif mengawasi jajanan berbuka dari zat berbahaya
06 April 2023 16:35 WIB, 2023
Legislator Ade Rezki minta orang tua terus edukasi anak terkait jajanan yang sehat dan aman
13 September 2022 14:10 WIB, 2022
Ingin mencoba jajanan jadul produk "90-an"? Ada di Jakarta Fair Kemayoran
30 June 2022 6:53 WIB, 2022
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018