Empat Warga Pekanbaru Tewas Tersambar Petir
Minggu, 21 April 2013 13:35 WIB
Pekanbaru, (Antara) - Cuaca tidak menentu yang melanda Ibu Kota Provinsi Riau, Pekanbaru, sepanjang dua bulan terakhir telah merenggut empat korban jiwa akibat tersambar petir ketika hujan badai di kota itu.
Informasi kepolisian setempat, Minggu, dua warga tewas tersambar petir ketika hujan badai melanda Pekanbaru pada akhir Maret 2013.
Sementara dua korban jiwa lainnya tersambar petir ketika hujan badai yang melanda Pekanbaru pada Jumat (19/4) sore.
Informasi masyarakat, dua remaja masing-masing Rahmat Hidayat (16) dan Ade (17), keduanya warga Jalan Berdikari, Rukun Tetangga (RT) 3, Rukun Warga (RW) 5, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, tewas tersambar petir saat hujan deras melanda Pekanbaru pada Jumat (19/4) sore.
Kedua remaja ini tewas "terpanggang" setelah tersambar petir saat tengah memancing di kanal besar yang berada di Jalan Pesantren, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya pada Jumat (19/4) sekitar pukul 15.00 WIB.
Seorang saksi mata, Subandar (45), mengatakan petir memang kerap menyambar kawasan daratan yang berada di wilayah itu bahkan hingga menyebabkan pohon-pohon bertumbangan.
Kelurahan Kulim merupakan salah satu kawasan dataran tinggi yang berada di daerah Kota Pekanbaru.
Saksi mata menyatakan, informasi terkait kabar tewasnya kedua korban pertamakali disampaikan oleh Danil, yang merupakan teman dari keduanya.
"Ketika itu, Danil datang memberitahukan bahwa dua temannya Ramat dan Ade, tersambar petir," kata Subandar.
Danil yang ketika itu juga ikut memancing dengan kedua korban, memberitahukan kepada masyarakat kalau kedua temannya tersambar petir.
"Mendengar kejadian itu, warga bersama-sama mendatangi tempat kejadian dan melihat korban," kata Subandar.
Saksi mata mengaku melihat korban sudah dalam kondisi kritis dengan luka bakar yang hebat di sekujur tubuh keduanya.
Korban yang dipastikan tewas pertama kali, menurut saksi mata adalah Rahmat, sementara korban Ade, dikabarkan tewas di rumah sakit karena luka berat di sekujur tubuh.
Saksi mata lainnya, Bismanan, mengatakan, korban tewas dengan kondisi badan hangus terbakar dan seluruh badannya tampak hitam.
"Kalau korban Rahmat, kondisinya hangus dan hitam. Sedangka Ade, kondisinya tidak terlalu hitam namun sudah sangat kritis," katanya.
Informasi sejumlah saksi, korban Rahmat yang merupakan anak dari pasangan Ali Nawar (50) dan Eti (40), warga Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, jasadnya sudah dibawa oleh pihak keluarganya.
Begitu juga dengan korban Ade, anak dari almarhum Tengku Syaridudin dan Yuniati (30), telah dijemput pihak keluarga.
"Sekarang kedua korban telah berada di rumahnya masing-masing, sementara Danil teman keduanya berhasil selamat," kata saksi mata.
Hujan disertai angin kencang serta gemuruh petir menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru akan terus terjadi hingga beberapa hari kedepan pada April 2013.
Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan gedung untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Warga di lokasi bencana Agam antusias beli daging sapi jelang Bulan Puasa
16 February 2026 14:03 WIB
Wali Kota Sawahlunto minta pengaduan warga ditindaklanjuti cepat dan terukur
12 February 2026 12:08 WIB
Belasan rumah warga Agam terendam banjir akibat curah hujan tinggi (Video)
12 February 2026 4:32 WIB
Pemerintah bersama warga Pariaman alihkan arus sungai ancam rumah pasca-bencana
09 February 2026 18:32 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018