Paris, (Antara/Xinhua-OANA) - Presiden Prancis Francois Hollande berbicara melalui telepon dengan timpalannya dari Lebanon Michel Suleiman, dan membahas masalah pengungsi Suriah, demikian isi satu pernyataan yang dikeluarkan pada Senin oleh kantor kepresidenan di Paris. "Karena Lebanon menanggung konsekuensi krisis Suriah, terutama dengan kehadiaran sangat banyak pengungsi, Presiden menekankan masyarakat internasional perlu bergerak guna membantu Lebanon menangani arus ini," kata pernyataan tersebut. Presiden Prancis itu juga mengingatkan timpalannya dari Lebano bahwa Prancis mendukung dia dalam upayanya untuk memelihara kestabilan Lebanon dan menyambut baik terutama pernyataan Baabda, yang disahkan pada Juni 2012 oleh semua kekuatan politik Lebanon. Hollande kembali menyampaikan dukungannya bagi kebijakan pemimpin Lebanon mengenai cara penanganan krisis Suriah. "Prancis bersama dengan Lebanon akan mempertahankan kelanjutan semua lembaga, kebebasan, integritas dan kestabilan negeri tersebut," kata pernyataan tersebut sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa siang. Presiden Prancis itu juga memuji upaya Presiden Suleiman untuk membentuk pemerintah baru dan mempersiapkan pemilihan umum mendatang. Suriah telah menghadapi kerusuhan selama lebih dari dua tahun, sehingga memaksa puluhan ribu warganya menyelamatkan diri ke berbagai negara tetangga. Komisariat Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR), Senin (1/4), menyatakan sebanyak 48.000 orang Suriah dipaksa meninggalkan negara mereka --yang dicabik pertempuran-- dan berlindung di Lebanon pada Maret. Lebanon telah mengajukan rencana untuk memohon bantuan keuangan sebesr 370 juta dolar AS guna membantu negeri itu menangani pengungsi Suriah. (*/sun)