PBB Prihatin Kehadiran Kelompok Bersenjata di Golan
Kamis, 28 Maret 2013 8:14 WIB
PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - Sekretaris Jenderal PBB, Rabu (27/3), menyampaikan "keprihatinan sangat besar" mengenai kehadiran kelompok bersenjata dalam konflik Suriah di daerah pemisah di Dataran Tinggi Golan.
"Anggota Dewan Keamanan menyampaikan keprihatinan mereka yang mendalam mengenai resiko yang ditimbulkan oleh semua kegiatan militer di daerah pemisah yang dilakukan oleh siapa saja terhadap penduduk setempat dan gencatan senjata, yang telah berjalan lama," kata Duta Besar Rusia Vitaly Churkin dalam pernyataan yang sudah disiapkan di Markas PBB, New York. Ia memangku jabatan bergilir Presiden Dewan Keamanan untuk Maret.
Dewan 15-anggota tersebut menggaris-bawahi peningkatan resiko yang ditimbulkan oleh situasi itu bagi personel PBB di lapangan, sebagaimana yang terjadi dengan penahanan 21 personel militer Pasukan Pengamat Pemisahan PBB (UNDOF), demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi. Dewan Keamanan juga menyoroti kasus penembakan terhadap instalasi dan personel PBB, dan pembajakan kendaraan PBB, kata Churkin.
Anasir bersenjata dari oposisi Suriah pada 6 maret menahan sekelompok prajurit pemelihara perdamaian PBB yang menjadi bagian dari UNDOF, yang bertugas memantau kesepakatan pemisahan diri antara Suriah dan Israel setelah Perang 1973 mereka.
PBB berencana mengurangi jumlah prajurit pemelihara perdamaiannya di Dataran Tinggi Golan sebagai reaksi atas kehadiran kelompok bersenjata, kata Wakil Sekretaris Jenderal PBB Urusan Operasi Pemelihara Perdamaian Herve Ladsous, Selasa. Sebelumnya ia memberi penjelasan kepada Dewan Keamanan mengenai resiko dan tantangan operasi yang sekarang dihadapi UNDOF.
Dewan Keamanan PBB menyeru Pemerintah Republik Arab Suriah agar menghormati kekebalan dan hak istimewa UNDOF dan menjamin keamanan akses segera dan tanpa halangan bagi personel PBB yang melaksanakan mandat mereka, ia menambahkan.
"Anggota Dewan Keamanan menyeru semua pihak, termasuk anasir bersenjata oposisi Suriah, agar menghormati kebebasan bergerak UNDOF dan keselamatan serta keamanan personelnya. Pada saat yang sama, Dewan juga mengingatkan tanggung-jawab utama bagi keselamatan dan keamanan di wilayah Bravo berada pada Pemerintah Suriah," kata Churkin.
UNDOF, yang dibentuk oleh Dewan Keamanan PBB pada Mei 1974 --setelah pertempuran antara Suriah dan Israel di wilayah Dataran Tinggi Golan, diberi mandat untuk memelihara gencatan senjata antara kedua negara. UNDOF juga bertugas memantau pelaksanaan Kesepakatan Pemisahan Kekuatan --yang ditandatangani kedua pihak dan menyerukan disediakannya daerah pemisahan dan daerah persenjataan dan kekuatan militer terbatas antara kedua pihak.
Dewan Keamanan pada Desember 2012 memperpanjang mandat misi tersebut selama enam bulan lagi sampai 30 Juni. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prihatin pengusiran oleh sekelompok preman, Sekda Pasbar kunjungi warga rumah singgah di Kota Padang
09 January 2026 16:37 WIB
Gubernur Mahyeldi Prihatin dan Minta Pengawasan Penginapan Diperketat Pasca Insiden di Alahan Panjang
14 October 2025 16:14 WIB
Komisi IV DPR RI prihatin dengan kondisi Taman Wisata Alam (TWA) Punti Kayu Palembang
20 July 2025 7:32 WIB
Komisi Eropa prihatin atas pembatasan ekspor chip AI canggih oleh Amerika
14 January 2025 10:56 WIB, 2025
Pemerhati Hukum Kesehatan prihatin soal bayi tersandera di RSU BKM Pesisir Selatan
17 October 2023 10:15 WIB, 2023
Indonesia prihatin atas peningkatan eskalasi konflik Palestina-Israel
08 October 2023 9:21 WIB, 2023
MAKI prihatin KPK tak bisa ungkap kasus besar, ini penyebabnya menurut Boyamin
27 March 2023 6:01 WIB, 2023
Wabup Solsel prihatin anak bawah umur terlibat kasus asusila, ajak masyarakat jaga generasi muda
13 March 2023 16:35 WIB, 2023
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018