YLKI Sayangkan Pernyataan Pasokan Listrik Riau Aman
Senin, 25 Maret 2013 9:29 WIB
Pekanbaru, (Antara) - YLKI Riau menyayangkan pernyataan yang menyebutkan pasokan listrik di provinsi itu masih relatif aman karena masih tersisa pasokan 130 megawatt, tapi faktanya baru defisit 20 megawatt sudah dilakukan pemadaman bergilir.
"Kalau PLN mengatakan seperti itu, kami sangat sayangkan kenapa harus terjadi pemadaman bergilir, jika kelebihan pasokan untuk apa listrik di Riau dimatikan," ujar Direktur YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) Riau Sukardi Ali Zahar, di Pekanbaru, Senin.
Sebelumnya pada bulan lalu, jajaran manajemen PT PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (WRKR) mengatakan, sampai saat ini kebutuhan listrik di Riau dinyatakan masih aman dan tersisa pasokan sebesar 130 Mega Watt.
"Permintaan atau kebutuhan sebesar 450-470 Mega Watt, sementara kekuatan pasokan secara lokal di Riau bisa mecapai 500 Mega Watt sampai 600 Mega Watt. Jadi ada sisa pasokan daya sekitar 130 MW," ujar General Manager PLN WRKR, Doddy B Pangaribuan.
Menurut Sukardi, kebijakan PLN di Riau yang melakukan pemadaman bergilir pada saat beban puncak yakni pukul 18.00 Wib sampai jam 22.00 Wib sama saja dengan merugikan masyarakat sebagai konsumen listrik.
Tapi pihaknya yakin, setiap tahun masalah pemadaman bergilir di Riau selalu berulang dan pasti karena ada pasokan yang kurang baik yang lokal atau sistem interkoneksi untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
Masalah pemadaman bergilir harus dicermati PLN WRKR, karena pada dasarnya daya yang tidak cukup dan solusi yang ditawarkan YLKI Riau adalah PLN harus menyediakan daya cadangan jika sewaktu-waktu dibutuhkan seperti saat sekarang ini.
"Ini yang kami minta untuk masyarakat Riau, karena setiap tahun selalu begini terus. Kekurangan daya dari PLTU Ombilin yang berada di Kota Sawahlunto, termasuk juga dari sistem interkoneksi yang bermuara pada daya yang tidak cukup," katanya.
PLN WRKR terpaksa mengambil kebijakan untuk melakukan pemadaman bergilir selama 20 hari terhitung sejak hari Senin, (18/3), demi menghindari kerusakan pembangkit yang ada di Riau.
"Kami terpaksa melakukan pemadaman bergilir pada waktu beban puncak dari pukul 18.00 Wib sampai jam 22.00 Wib, karena ada perbaikan selama 20 hari," ujar Manajer Teknik PLN WRKR, Vintor Rumapea.
PLTU Ombilin memiliki kapasitas 2x100 Mega Watt dan 100 Mega Watt keluar dari sistem interkoneksi Sumatera Bagian Tengah (Sumbagteng) meliputi meliputi Sumbar, Riau, Jambi dan Sumsel. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PWI Dharmasraya sayangkan pemda, diundang acara resmi namun tak disediakan tempat
28 October 2025 14:55 WIB
Mahasiswa sayangkan Baznas Pesisir Selatan belum juga cairkan beasiswa
18 January 2025 10:58 WIB, 2025
Kemenag sayangkan banyak riset dosen hanya sebatas pemenuhan kewajiban
14 January 2025 16:29 WIB, 2025
Shin Tae-yong sayangkan kartu merah Ferarri saat dikalahkan Filipina
22 December 2024 13:57 WIB, 2024
DPRD Pasaman Barat sayangkan BKPSDM tidak perjuangkan PPPK tenaga kesehatan
03 October 2024 15:57 WIB, 2024
Ketua Forlita Agam sayangkan kebijakan pelarangan jilbab bagi anggota Paskibraka
16 August 2024 16:02 WIB, 2024
Anggota DPD Dailami Firdaus sayangkan pelepasan jilbab anggota Paskibraka
14 August 2024 19:21 WIB, 2024
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018