Pekanbaru, (Antara) - YLKI Riau menyayangkan pernyataan yang menyebutkan pasokan listrik di provinsi itu masih relatif aman karena masih tersisa pasokan 130 megawatt, tapi faktanya baru defisit 20 megawatt sudah dilakukan pemadaman bergilir. "Kalau PLN mengatakan seperti itu, kami sangat sayangkan kenapa harus terjadi pemadaman bergilir, jika kelebihan pasokan untuk apa listrik di Riau dimatikan," ujar Direktur YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) Riau Sukardi Ali Zahar, di Pekanbaru, Senin. Sebelumnya pada bulan lalu, jajaran manajemen PT PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (WRKR) mengatakan, sampai saat ini kebutuhan listrik di Riau dinyatakan masih aman dan tersisa pasokan sebesar 130 Mega Watt. "Permintaan atau kebutuhan sebesar 450-470 Mega Watt, sementara kekuatan pasokan secara lokal di Riau bisa mecapai 500 Mega Watt sampai 600 Mega Watt. Jadi ada sisa pasokan daya sekitar 130 MW," ujar General Manager PLN WRKR, Doddy B Pangaribuan. Menurut Sukardi, kebijakan PLN di Riau yang melakukan pemadaman bergilir pada saat beban puncak yakni pukul 18.00 Wib sampai jam 22.00 Wib sama saja dengan merugikan masyarakat sebagai konsumen listrik. Tapi pihaknya yakin, setiap tahun masalah pemadaman bergilir di Riau selalu berulang dan pasti karena ada pasokan yang kurang baik yang lokal atau sistem interkoneksi untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Masalah pemadaman bergilir harus dicermati PLN WRKR, karena pada dasarnya daya yang tidak cukup dan solusi yang ditawarkan YLKI Riau adalah PLN harus menyediakan daya cadangan jika sewaktu-waktu dibutuhkan seperti saat sekarang ini. "Ini yang kami minta untuk masyarakat Riau, karena setiap tahun selalu begini terus. Kekurangan daya dari PLTU Ombilin yang berada di Kota Sawahlunto, termasuk juga dari sistem interkoneksi yang bermuara pada daya yang tidak cukup," katanya. PLN WRKR terpaksa mengambil kebijakan untuk melakukan pemadaman bergilir selama 20 hari terhitung sejak hari Senin, (18/3), demi menghindari kerusakan pembangkit yang ada di Riau. "Kami terpaksa melakukan pemadaman bergilir pada waktu beban puncak dari pukul 18.00 Wib sampai jam 22.00 Wib, karena ada perbaikan selama 20 hari," ujar Manajer Teknik PLN WRKR, Vintor Rumapea. PLTU Ombilin memiliki kapasitas 2x100 Mega Watt dan 100 Mega Watt keluar dari sistem interkoneksi Sumatera Bagian Tengah (Sumbagteng) meliputi meliputi Sumbar, Riau, Jambi dan Sumsel. (*/sun)