Pulau Punjung (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) menyayangkan sejumlah pohon pelindung di sepanjang Jalan Lintas Sumatera diduga sengaja dirusak atau dimatikan oleh oknum masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dharmasraya, Budi Waluyo, di Pulau Punjung, Selasa, mengatakan, dari pantauan petugas di lapangan ditemukan sejumlah pohon pelindung mulai mengering daunnya.
"Bahkan ada yang sudah beranjak lapuk, kami menduga ini sengaja dimatikan," ujarnya.
Ia mengatakan dari sejumlah pohon yang mulai mati itu ditemukan tanda kerusakan pada pangkal pohon, dibakar di pangkal pohon, disayat lapisan kulitnya, hingga sengaja dimatikan dengan menyiramkan minyak tanah dan herbisida.
Ia menjelaskan pohon pelindung di sepanjang jalan lintas sumatera daerah itu sebagian besar adalah pohon mahoni dan jenis lain.
"Jika tidak ada upaya merusak dan memusnahkan, sangat jarang pohon mahoni mengalami kematian. Kemungkinan yang besar itu ada upaya untuk memusnahkan tanaman pelindung untuk keperluan tertentu," ujarnya.
Menurut dia pengrusakan pohon pelindung berpotensi menjadi gangguan bagi pengguna jalan, sehingga banyak warga masyarakat yang mengeluh terkait hal itu, bahkan langsung menyampaikan ke ruang publik.
Menurut dia keberadaan pohon berguna untuk mengurangi polusi udara yang keluar dari asap kendaraan bermotor. Selain itu juga untuk membantu mewujudkan kesejukan dan keteduhan bagi pengguna jalan.
"Oleh karena itu, saya mengharapkan masyarakat yang di sekitar rumahnya ada pohon pelindung, agar dapat memelihara keberlangsungan hidupnya. Setidaknya jangan ada niat untuk merusak pohon pelindung tersebut," ujarnya.
Ia menambahkan DLH Dharmasraya memastikan tetap akan memantau pohon pelindung yang mungkin saja dapat membahayakan keselamatan pengendara dengan melakukan pemangkasan.
