Pemburu Liar Bunuh Lebih 100 Ekor Gajah di Chad
Rabu, 20 Maret 2013 7:37 WIB
Libreville, (Antara/Reuters) - Para pemburu gelap membunuh sedikitnya 86 ekor gajah termasuk 33 gajah betina yang sedang hamil dan 15 anak gajah di Chad pekan lalu, kata kelompok-kelompok pecinta lingkungan hidup.
Mereka memperingatkan bahwa gajah-gajah di Afrika Tengah berisiko musnah jika para pemburu gelap melakukan aktivitas yang bertentangan dengan usaha-usaha pelestarian gajah-gajah.
Pembunuhan itu merupakan yang terburuk di kawasan tersebut sejak lebih 300 ekor gajah dibunuh di Kamerun awal tahun lalu.
Para pemburu gelap dengan dilengkapi senjata otomatis melakukan penyerangan terkoordinasi terhadap kelompok-kelompok gajah selama musim panas di kawasan itu.
Para pelestari memperingatkan bahwa gerombolan-gerombolan kriminal terorganisasi memperdagangkan gading secara ilegal karena permintaan tinggi di Asia.
Serangan terhadap gajah-gajah di bagian selatan Chad, dekat perbatasan Kamerun, berlangsung pada 14-15 Maret.
"Tragedi ini menunjukkan sekali lagi ancaman atas keberlangsungan gajah-gajah di Afrika Tengah," kata Bas Huijbregts, kepala Kampanye World Wildlife Fund terhadap perdagangan hewan liar di Afrika Tengah dalam satu pernyataan.
Mengutip pejabat-pejabat setempat, WWF menyatakan para pemburu itu menunggang kuda dan berbahasa Arab dan menyatakan bahwa mereka sama dengan kelompok yang terlibat dalam serangan Maret 2012 yang menewaskan lebih 300 gajah di bagian utara Kamerun.
Menghadapi kelompok pemburu bersenjata berat dan sering berpindah-pindah, Kamerun mengerahkan helikopter militer dan ratusan tentara ke beberapa kawasan taman nasional untuk melindungi hewan tersebut.
The International Fund for Animal Welfare (IFAW) membenarkan serangan itu, dengan mengatakan gading-gading gajah telah diambil. Ditambahkan, populasi gajah di kawasan itu berisiko punah.
"Pembunuhan 86 ekor gajah termasuk gajah betina yang mengandung adalah bukti bahwa kebrutalan untuk memenuhi selera perdagangan gading gajah," kata Celine Sissler-Bienvenu, ketua IFAW di Prancis dan Afrika yang berbahasa Prancis.
Permintaan gading gajah untuk perhiasan meningkat cepat di Asia. Para pelestari lingkungan hidup mengatakan meningkatkan pengaruh dan investasi China di Afrika telah membuka pintu bagi perdagangan gelap gading gajah.
"Kerja sama lintas batas termasuk di bidang intelejen merupakan cara untuk membawa para pedagang gading gajah ke pengadilan. Terlalu besar bagi satu negara untuk mengatasi masalahnya," kata Kelvin Alie, direktur Wildlife Crime and Consumer Awareness Programme IFAW. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Titiek Soeharto minta aktivitas pembalakan liar ditertibkan demi antisipasi bencana
30 November 2025 18:36 WIB
Polres Pasaman Barat patroli dialogis bersama masyarakat antisipasi gangguan kamtibmas
07 November 2025 16:24 WIB
Tim Gabungan BKSDA Sumbar temukan aktivitas pembalakan liar di cagar alam (Video)
09 October 2025 15:34 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018