Indonesia Perketat Penangkapan Hiu dan Manta
Selasa, 19 Maret 2013 14:15 WIB
Ilustrasi. (Antara)
Jakarta, (Antara) - Pemerintah Indonesia memperketat penangkapan ikan Hiu dan Pari Manta yang telah masuk dalam Appendiks II "Convention on International Trade in Endangered Species" (CITES) 2013 dengan segera mengeluarkan Peraturan Menteri Kelautan Perikanan (Permen-KP).
"Ini bermula dari keprihatinan kita karena sekitar 73 juta Hiu musnah setiap tahun di dunia. Jadi kita melihat penting untuk dilakukan perlindungan," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C Sutardjo usai membuka Simposium Nasional Perlindungan Hiu di Jakarta, Selasa.
Pengetatan pengelolaan Hiu dan Manta ini, menurut dia, penting mengingat keberadaan ikan ini sangat penting untuk menjaga ekosistem laut. Terlebih jumlah species ikan ini telah mengalami penurunan lebih dari 75 persen, bahkan untuk jenis tertentu mencapai 90 persen atau lebih.
Secara nasional Indonesia, menurut dia, memang belum mengeluarkan peraturan terkait penangkapan Hiu atau pun Manta. Dengan masuknya Hiu dan Manta dalam daftar Appendiks II CITES, Peraturan Menteri (Permen) akan segera dikeluarkan.
Meski demikian peraturan ini tentu dapat juga dikeluarkan terlebih dulu oleh Pemerintah Daerah (Pemda) khususnya daerah yang memiliki perairan atau pesisir.
"Nah itu kepulauan yang ada migrasi hiu harus mengeluarkan Perda untuk jaga ikan ini. Jadi apa yang. Pemda Raja Ampat telah lakukan (keluarkan Perda larangan menangkap Hiu dan Manta) jadi contoh baik," ujar Sharif.
Sementara itu, Dirjen Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (KP3K) Sudirman Saad mengatakan berdasarkan penelitian terdapat 200 spesies ikan Hiu dan Pari di perairan Indonesia.
Keberadaan spesies ini juga menjadi sumber pendapatan bagi nelayan karena dipicu oleh tingginya harga sirip Hiu. Akibatnya tingkat eksploitasi Hiu terbesar di Asia Tenggara terjadi di perairan Indonesia, dan penjualan pun terbesar di dunia.
"(Eksploitasi ) ini dipicu oleh tingginya harga sirip hiu di pasaran. Isu lain dikaitkan dengan isu penangkapan tuna dan Hiu menjadi 'by-catch' tuna," ujar dia. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BNNK Pasaman Barat perketat pengawasan daerah perbatasan antisipasi masuknya narkotika
16 January 2026 17:14 WIB
Wali Kota Sawahlunto minta jajaran pemerintah terdepan perketat pengawasan titik rawan bencana
26 November 2025 4:18 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018