Pengamat: KBN Harus Profesional dan Tanggap
Rabu, 13 Maret 2013 10:11 WIB
Jakarta, (Antara) - Pengamat kebijakan dari Universitas Indonesia Andrinof Chaniago menyoroti pengelolaan Kawasan Berikat Nasional (KBN) Cakung, Jakarta yang seharusnya profesional dan tanggap dalam menghadapi dinamika pesatnya perkembangan pasar persewaan gudang (warehousing) guna mendorong ekspor nonmigas Indonesia.
"KBN dibangun oleh pemerintah untuk menyatukan kawasan industri dengan tujuan untuk memudahkan perusahaan tersebut melakukan kegiatan produksi dan ekspor," ujar Andrinof Chaniago kepada pers di Jakarta, Senin (11/3).
Apalagi, menurut dia, KBN dibangun oleh pemerintah untuk menggenjot ekspor nasional yang saat ini terlihat melemah.
Karena itu, Direksi PT KBN harus mampu mengelola secara profesional, msalnya dalam penetapan tarif sewa di wilayah itu, pengelola telah mempunyai surat ketetapan direksi (SKD) yang merupakan realisasi dari memorandum of understanding (MoU) antara penyewa dan pengelola, mengingat 70 persen penyewa gudang di KBN merupakan PMA.
"Penetapan tarif harus standar sesuai SKD. Jangan seenaknya melanggar kontrak. Sebab kalau para penyewa hengkang dari Indonesia, bagaimana? Semakin hancurlah ekspor Indonesia di mata dunia,"
ujarnya.
Pengusaha resah
Sebelumnya sejumlah pengusaha (penyewa) di KBN Cakung merasa resah akibat kebijakan direktur pemasaran yang seenaknya mengubah kebijakan tarif sewa tanpa mengindahkan perjanjian kontrak sebelumnya yang sudah disepakati oleh para penyewa.
"Kami terus terang keberatan dengan cara sepihak yang dilakukan direktur pemasaran KBN dalam mengubah penetapan tarif sewa, bahkan mengancam pengusaha yang tidak setuju, silakan hengkang dari KBN," ujar pengusaha yang enggan disebutkan jati dirinya kepada wartawan di Jakarta, baru-baru ini.
Menghadapi sikap kepemimpinan direksi baru KBN tersebut, sejumlah pengusaha bukannya merasa takut, namun malahan menantang segera hengkang dari KBN jika tidak tercapai kesepakatan negosiasi tarif sewa gudang, yang mengalami kenaikan cukup tinggi sekitar 150 hingga 200 persen dari tarif semula.
Karena itu, Andrinof menilai, kegiatan pemasaran belum berjalan optimal hal ini disebabkan oleh minimnya jaringan atau networking. Oleh karena itu untuk memperluas networking perusahaan dapat mempergunakan agen pemasaran atau properti yang memberikan fee sesuai kesepakatan.
Menurut dia, penerapan tarif sewa juga seharusnya adil, artinya tidak membedakan investor yang satu dengan yang lainnya karena bila terjadi perbedaan tarif terutama yang baru lebih rendah dari yang lama,maka hal ini akan menimbulkan masalah karena penyewa lama akan minta diberikan tarif sama dengan yang baru dan lebih murah.
"Seharusnya pemerintah tidak membiarkan hal ini terjadi, tetapi rawatlah yang sudah ada. Jangan sampai PMA tersebut hengkang. Jadi bersikaplah profesional dan semua dapat dikomunikasikan dengan baik," ujarnya.
Seperti diketahui publik, usaha pokok PT KBN adalah mengelola kawasan industri terpadu berstatus berikat yang berfungsi sebagai kawasan proses ekspor (export processing zone - EPZ) dan nonberikat serta jasa pelayanan logistik yang meliputi usaha angkutan, mekanik dan dokumen (forwarding), dan pergudangan (warehousing).
Lebih lanjut Adrinof mengatakan, penetapan tarif sewa gudang di KBN sudah terikat dalam perjanjian kontrak yang merupakan addendum dari MoU.
Direktur Pemasaran KBN tidak bisa mengubah harga sewa secara sepihak karena menyalahi perjanjian yang ada. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KSP IKR dan KBN Graha Medika sepakati Kerjasama dalam rangka Inklusi Keuangan Koperasi
24 June 2022 16:31 WIB, 2022
Ini dukungan PT Semen Padang pada Program Rumah Pelangi KBN, diapresiasi Danlantamal II
09 September 2021 17:15 WIB, 2021
Peserta KBN 2019 antusias abadikan sejumlah lokasi bersejarah di Padang Panjang
27 August 2019 18:46 WIB, 2019
Atraksi budaya Kemah Budaya Nasional di Padang Panjang pecahkan rekor MURI
26 August 2019 13:28 WIB, 2019
Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan jaminan keadilan bagi pekerja perempuan
15 August 2019 15:05 WIB, 2019
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018