
KBN Bangun Delapan Tower Rusunami

Jakarta, (Antara) - PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Persero akan membangun rumah susun hak milik (rusunami) sebanyak delapan tower dan ditargetkan selesai pada 2015. "Pembangunan rusunami KBN merupakan bagian dari ekspansi bisnis perusahaan, yang ingin menyediakan perumahan murah bagi para buruh di kawasan berikat," kata Direktur Utama KBN, Sattar Taba, usai acara "topping off" pembangunan Rumah Sakit Pekerja, di kawasan Cakung, Jakarta, Senin. Menurut Sattar, untuk merealisasikan pembangunan rusunami tersebut pihaknya sedang mengurus perizinan kepada Pemda DKI Jakarta, yaitu Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah. Adapun lahan yang disiapkan untuk pengembangan bisnis properti tersebut sudah tersedia seluas lima hektare yang berlokasi di sekitar KBN. Ia menjelaskan, untuk tahap awal akan dibangun sebanyak tiga tower yang dimulai pada Juli 2013 dengan investasi sekitar Rp319 miliar. "Ground breaking (pemasangan tiang pancang pertama, red) Juli, ditargetkan rampung pada 2014," ujarnya. Sedangkan sebanyak lima tower akan dibangun pada 2014, sehingga seluruh menara rusunami yang tiap bangunan berlantai 20 tersebut selesai pada 2015. Sumber dana pembiayaan pembangunan seluruh rusunami tersebut akan diperoleh dari kas internal sebesar 30 persen, sedangkan sisanya dari eksternal seperti pinjaman perbankan. Ia menambahkan pembangunan rusunami tersebut sejalan dengan ekspansi bisnis KBN, antara lain pengembangan infrastruktur di kawasan berikat termasuk menyediakan hunian murah bagi para buruh. "Siapa saja boleh memiliki rusunami, tapi kemungkinan diutamakan bagi para pekerja yang ada di kawasan ini," ujar Sattar. Mulai tahun 2013 KBN gencar melakukan ekspansi usaha antara lain membangun Rumah Sakit Pekerja, pembangunan pabrik pengolahan semen, pengembangan gudang terbuka dan gudang tertutup, reklamasi lahan seluas 500 hektare, termasuk pengembangan pelabuhan. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
