MUI Prihatin Rendahnya Kemampuan Baca Tulis Alquran
Senin, 11 Maret 2013 7:00 WIB
Bogor, (Antara) - MUI Kota Bogor, Jawa Barat, mengharapkan adanya gerakan satu Muslim satu Alquran sebagai upaya mendorong meningkatnya kemampuan baca tulis Alquran di kalangan pelajar.
"Menurunnya jumlah lulusan SMA yang bisa baca dan tulis Alquran sangat memprihatinkan, perlu ada gerakan untuk mendorong meningkatnya kualitas pelajar bisa baca dan tulis Alquran," kata Ketua MUI Kota Bogor, Adam Ibrahim, dalam acara Gebyar Membaca dan Menulis Alquran yang diikuti sekitar 3.000 pelajar se Kota Bogor, Minggu.
Adam mengatakan, Pemerintah Kota Bogor perlu mendorong adanya gerakan satu Muslim satu Alquran. Untuk itu, setiap Muslim perlu memiliki satu Alquran.
"Tentunya gerakan ini tidak hanya sekedar punya Alquran saja, tapi setiap Muslim bisa membaca, dan bisa memahaminya," katanya.
Adam mendorong Gebyar membaca dan menulis Alquran yang diselenggarakan oleh Forum Umat Islam Bogor Raya dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan langkah cukup bagus untuk mendekatkan pelajar dengan Alquran.
"Mudah-mudahan gerakan ini tidak hanya menulis, tapi juga bisa membaca Alquran dengan baik dan benar," kata Adam.
Asisten Administrasi Kemasyarakatan dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Bogor Edgar Suratman menyambut baik keinginan MUI Kota Bogor tersebut.
Menurut Egar, kegiatan tersebut merupakan bentuk ajakan kepada masyarakat khususnya umat Islam agar mereka bisa menulis dan membaca Alquran dengan baik dan benar.
"Kita juga mengharapkan terciptanya masyaraka Bogor yang Qurani," katanya.
Edgar mengaku prihatian dengan kondisi generasi muda saat ini yang banyak melupakan Alquran.
Berdasarkan hasil penelitian MUI Pusat, 65 persen lulusan SMA tidak bisa membaca dan menulis Alquran.
"Kita berharap melalui kegiatan ini masyarakat khususnya generasi muda di Kota Bogor akan tergugah sehingga mereka mau belajar menulis dan membaca Alquran," kata Edgar.
Gebyar membaca dan menulis Alquran diselenggarakan Forum Umat Muslim Bogor Raya diikuti oleh sekitar 3.000 pelajar se Kota Bogor. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prihatin pengusiran oleh sekelompok preman, Sekda Pasbar kunjungi warga rumah singgah di Kota Padang
09 January 2026 16:37 WIB
Gubernur Mahyeldi Prihatin dan Minta Pengawasan Penginapan Diperketat Pasca Insiden di Alahan Panjang
14 October 2025 16:14 WIB
Komisi IV DPR RI prihatin dengan kondisi Taman Wisata Alam (TWA) Punti Kayu Palembang
20 July 2025 7:32 WIB
Komisi Eropa prihatin atas pembatasan ekspor chip AI canggih oleh Amerika
14 January 2025 10:56 WIB, 2025
Pemerhati Hukum Kesehatan prihatin soal bayi tersandera di RSU BKM Pesisir Selatan
17 October 2023 10:15 WIB, 2023
Indonesia prihatin atas peningkatan eskalasi konflik Palestina-Israel
08 October 2023 9:21 WIB, 2023
MAKI prihatin KPK tak bisa ungkap kasus besar, ini penyebabnya menurut Boyamin
27 March 2023 6:01 WIB, 2023
Wabup Solsel prihatin anak bawah umur terlibat kasus asusila, ajak masyarakat jaga generasi muda
13 March 2023 16:35 WIB, 2023
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018