Wamentan: Permasalahan Harga Daging Bukan Karena Stok
Sabtu, 9 Maret 2013 18:14 WIB
Cilacap, (Antara) - Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan mengatakan bahwa permasalahan masih tingginya harga daging sapi di sejumlah daerah bukan karena minimnya stok.
"Setelah kita lihat, ini masalah distribusinya karena sentra produsennya di mana, sentra konsumennya di mana," katanya di Cilacap, Sabtu.
Wamentan mengatakan hal itu kepada Antara usai menghadiri panen padi serempak di Desa Bojong, Kecamatan Kawunganten, Cilacap, yang merupakan hasil dari Gerakan Tanam Serempak 1.000 Hektare yang dicanangkan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo pada 18 November 2012.
Menurut dia, Kementerian Pertanian saat ini sedang menata distribusi sapi. "Mudah-mudahan distribusi lancar, harga akan turun," katanya.
Akan tetapi, kata dia, menurunkan harga daging sapi hingga di bawah Rp80 ribu per kilogram kemungkinan agak susah.
"Mungkin akan kita keluarkan referensi harga baru," katanya.
Terkait dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan stok sapi nasional, Rusman mengatakan bahwa Kementan akan terus mengupayakan peningkatan stok sapi melalui inseminasi buatan.
Kendati demikian, dia mengatakan bahwa pemerintah masih mengambil kebijakan impor daging sapi untuk memenuhi kebutuhan nasional.
"Sekarang (impornya, red.) masih 80.000 ton daging," katanya. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wako Fadly Amran pimpin rapat penyelesaian permasalahan keberadaan sapi di TPA Air Dingin
09 September 2025 5:55 WIB
Alumni Unand carikan solusi beragam permasalahan di Sumbar lewat diskusi panel
20 July 2025 21:03 WIB
LKKS Payakumbuh komit berperan aktif tangani permasalahan kesejahteraan sosial
23 May 2025 14:50 WIB
Kapolda Sumbar kunjungi UNAND bahas solusi permasalahan sosial dan pendidikan
24 April 2025 15:49 WIB
Perkuat Sinergi, Kapolda Sumbar kunjungi UNAND bahas solusi permasalahan sosial dan pendidikan
22 April 2025 17:18 WIB