37 Warga Agam Keracunan Cendol
Minggu, 24 Februari 2013 17:54 WIB
Bukittinggi, (antarasumbar.com) - Sebanyak 37 warga Nagari Nan Tujuh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, diduga keracunan setelah mengkonsumsi minuman cendol, satu di antaranya meninggal dunia.
"Satu di antaranya atas nama Azura (13) meninggal dunia pada Jumat (22/2)," kata Desi Lina, dokter jaga Puskesmas Palupuh, Minggu (24/2).
Dia menyebutkan, dugaan keracunan cendol yang dialami warga tersebut terjadi pada Kamis (21/2).
"Cendol dibeli warga pada Kamis siang. Setelah dikonsumsi belum menimbulkan efek. Warga baru mengalami gejala diare pada Kamis malam," kata dia.
Sejumlah warga yang mengalami diare itu, menurut dia, beberapa orang diantaranya telah berobat ke Puskesmas dan Pustu di Jorong Si Pisang.
"Warga yang datang berobat itu hanya rawat jalan, termasuk Azura korban yang meninggal dunia," kata dia.
Korban yang meninggal dunia tersebut, kata dia, sewaktu berobat ke bidan di Pustu telah diajurkan supaya dirawat inap, namun orangtuanya menolak. "Korban Azura meninggal dunia di rumanya," kata dia.
Ia menyebutkan, dari 21 orang yang berobat ke Puskesmas, delapan orang langsung dirawat inap karena kondisinya mengkhawatirkan. "Sebanyak 13 orang lagi hanya rawat jalan," kata dia.
Delapan orang dirawat inap di Puskesma, kata dia, empat orang masuk pada Sabtu (23/2), dan empat orang lagi masuk pada Minggu (24/2) pagi.
Menurut dia, selain delapan orang yang dirawat di Puskesmas, beberapa orang lagi ada yang masih dirawat di Pustu.
Desi Lina belum mau menyimpulkan penyebab diare yang dialami warga tersebut akibat meminum cendol tersebut.
"Kami belum bisa menyimpulkan diare massal itu karena cendol. Tetapi, warga berobat ke Puskesmas ini ada riwayat setelah meminum cendol," kata dia.
Untuk mengetahui penyebab diare yang dialami warga tersebut, kata dia, minuman cendol yang telah dikonsumsi warga tersebut telah didapatkan.
"Rencananya, Senin (25/2) sampel minuman cendol akan dikirim ke Balai Besar Pengawas Obat Dan Makanan di Padang," kata dia.
Tini, warga Jonong Si Pisang, menyebutkan, anaknya mengalami muntah dan mencret setelah meminum cendol.
"Penjual cendol keliling telah biasa menjual cendol di Nagari Nan Tujuh. Dua tahun tidak lagi menjual cendol, ketika kembali menjual cendol, warga yang membelinya menderita sakit perut dan mencret," kata dia. (*/wij)
Pewarta : 34
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wali Kota Sawahlunto minta pengaduan warga ditindaklanjuti cepat dan terukur
12 February 2026 12:08 WIB
Belasan rumah warga Agam terendam banjir akibat curah hujan tinggi (Video)
12 February 2026 4:32 WIB
Pemerintah bersama warga Pariaman alihkan arus sungai ancam rumah pasca-bencana
09 February 2026 18:32 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018