Layanan Kesehatan untuk Jamsos harus Diseleksi
Kamis, 14 Februari 2013 13:29 WIB
Ilustrasi. (Antara)
Jakarta, (Antara) - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyatakan layanan kesehatan yang ditanggung dalam jaminan kesehatan nasional harus "disaring" dan diseleksi sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.
"Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO sudah menyarankan setiap negara untuk memilih layanan kesehatan sesuai dengan paket esensial," kata Kabid Pengembangan Sistem Pelayanan Kedokteran Terpadu dengan Sistem Rujukan PB IDI dr Gatot Soetono di Jakarta, Kamis.
Gatot mengatakan layanan kesehatan yang akan ditanggung dalam jaminan kesehatan nasional harus mendetail sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia, bukan komprehensif atau keseluruhan.
"Jadi perlu ada kriteria untuk menyeleksi pelayanan kesehatan yang paling dibutuhkan masyarakat. Setelah itu, baru dibicarakan berapa dana yang dibutuhkan dan tersedia untuk layanan kesehatan itu," tuturnya.
Menurut dia, pemerintah selama ini seringkali menggunakan masyarakat miskin sebagai ukuran. Hal itu tidak lepas dari pengalaman jaminan kesehatan sebelumnya yang hanya dikhususkan kepada masyarakat miskin.
Dengan adanya sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) maka layanan kesehatan yang ditanggung dalam jaminan sosial berlaku untuk seluruh rakyat Indonesia.
"Bicara JKN saat ini, kita bicara seluruh rakyat Indonesia, bukan lagi warga miskin," ujarnya.
Gatot Soetono menjadi salah satu pembicara pada diskusi bulanan PB IDI bertema "Mempertanyakan Lagi Komitmen Negara akan Pelayanan Kesehatan Bagi Rakyat".
Selain Gatot, pembicara lain adalah anggota Komisi IX DPR Poempida Hidayatulloh dan Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemberian Informasi Langsung, kenal lebih dekat seputar program JKN bersama PT Bina Pratama Sakatojaya
06 May 2026 16:12 WIB
BPJS Kesehatan hadirkan layanan VIOLA, urus administrasi JKN kini bisa lewat video call
06 May 2026 15:19 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018