Warga Nilai Pembangunan Padang Berjalan Lancar
Minggu, 7 Agustus 2016 10:14 WIB
Wali kota Padang, Mahyeldi dan Wakil Wali Kota Padang Emzalmi. (antarasumbar) ( )
Padang, (Antara Sumbar) - Sejumlah warga di beberapa daerah Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) menilai pembangunan berbagai di wilayahnya dalam satu tahun ke belakang berjalan lancar.
"Baik itu pembangunan secara fisik dan mental, secara bertahap pimpinan kota sukses melakukannya," kata Salah satu tokoh masyarakat Sunda di Sumbar, Kang Ade di Padang, Minggu.
Menurutnya pembangunan secara fisik seperti infrastruktur jalan, Pasar Raya, pertokoan hingga objek wisata, terlihat nyata terealisasi.
Sebagai contoh pantai Purus Padang yang dahulunya semrawut dengan tenda "ceper" kali ini terlihat beraturan dengan dua objek populer Menara IORA dan Menara Perdamaian.
Di samping itu penertiban pedagang kaki lima di sepanjang pantai hingga kebersihan sekitar pantai menjadi kesuksesan tambahan dari pemerintah.
Terlebih dengan peningkatan wisatawan yang memaksa penambahan bangunan hotel, menjadi gairah pertumbuhan dalam bidang ekonomi dan pariwisata yang baik bagi Padang, ujarnya.
"Renovasi jalan dan pembenahan pasar dalam waktu singkat menjadi bukti lain konsistensinya pembangunan di Padang," tambahnya.
Dalam hal pembangunan mental masyarakat beberapa program juga dinilai sukses dan baik diterima masyarakat.
Mulai dari program keagamaan seperti Hafal Al Quran, wirid mingguan, pejuang subuh dinilai membangkitkan optimisme di tengah masyarakat untuk memajukan kota.
Ditambah dengan respon pemerintah yang cukup aktif serta dibarengi tindakan menjadi jalan penghubung dengan masyarakat semakin dekat, terlebih dengan dibukanya saluran langsung antara pemerintah dan masyarakat melalui telepon langsung.
"Kami berharap hal ini jadi sesuatu yang konsisten dilakukan secara berkelanjutan, sekalipun nantinya akan berganti pimpinan atau tidak," tambah dia.
Warga lain yang merupakan pengamat politik Asrinaldi juga menilai pembangunan kota Padang telah cukup terlihat.
Akan tetapi hal ini masih belum terlihat dari peranan dewan legislatifnya.
Menurutnya, bila dewan legislatif memberikan dukungan sepenuhnya pada pembangunan kota, prosesnya semakin berjalan dengan baik.
Meskipun saat ini secara perlahan telah terlihat hubungan baik antara kedua belah pihak, koordinasi lebih mendalam harus tetap dilakukan, ujarnya.
Warga lain yang merupakan pengamat tata kota Eko Alvares juga menilai pembangunan berjalan lancar.
Sebagai contoh bertambahnya pengembang yang melakukan pembangunan dan membuat suatu pemukiman baru.
Akan tetapi menurutnya pada setiap kemajuan tentu akan dibarengi risiko, hal inilah yang harus dicarikan solusinya.
Seperti tingginya pembangunan infrastruktur mengakibatkan tingginya risiko bencana yang terjadi, seyogyanya pemerintah telah menemukan formula yang tepat untuk menyeimbangkan hal tersebut.
Sedangkan warga yang juga pengamat sejarah dan budaya Gusti Asnan menambahkan selain pembangunan di bidang infrastruktur dan mental, Padang juga harus mempertahankan khasanah budaya Minangnya.
Menurut dia sebagai simbol kebanggaan masyarakat Minang sudah seharusnya pimpinan mengakomodasi lebih berkembangkan kearifan lokal yang ada di Sumbar.
Dengan begitu pembangunan akan berjalan seimbang baik itu fisiknya, mentalnya dan budayanya.
Terpisah Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah meyakini program yang telah dicanangkannya dapat berhasil karena adanya dukungan dari masyarakat.
Menurutnya lancar atau tidaknya pembangunan dalam satu kota sangat bergantung pada penerimaan masyarakatnya terhadap kinerja pemerintah.
"Sebab dukungan ini menjadi motivasi kami untuk berbuat dan melayani lebih baik," ujarnya. (*)
"Baik itu pembangunan secara fisik dan mental, secara bertahap pimpinan kota sukses melakukannya," kata Salah satu tokoh masyarakat Sunda di Sumbar, Kang Ade di Padang, Minggu.
Menurutnya pembangunan secara fisik seperti infrastruktur jalan, Pasar Raya, pertokoan hingga objek wisata, terlihat nyata terealisasi.
Sebagai contoh pantai Purus Padang yang dahulunya semrawut dengan tenda "ceper" kali ini terlihat beraturan dengan dua objek populer Menara IORA dan Menara Perdamaian.
Di samping itu penertiban pedagang kaki lima di sepanjang pantai hingga kebersihan sekitar pantai menjadi kesuksesan tambahan dari pemerintah.
Terlebih dengan peningkatan wisatawan yang memaksa penambahan bangunan hotel, menjadi gairah pertumbuhan dalam bidang ekonomi dan pariwisata yang baik bagi Padang, ujarnya.
"Renovasi jalan dan pembenahan pasar dalam waktu singkat menjadi bukti lain konsistensinya pembangunan di Padang," tambahnya.
Dalam hal pembangunan mental masyarakat beberapa program juga dinilai sukses dan baik diterima masyarakat.
Mulai dari program keagamaan seperti Hafal Al Quran, wirid mingguan, pejuang subuh dinilai membangkitkan optimisme di tengah masyarakat untuk memajukan kota.
Ditambah dengan respon pemerintah yang cukup aktif serta dibarengi tindakan menjadi jalan penghubung dengan masyarakat semakin dekat, terlebih dengan dibukanya saluran langsung antara pemerintah dan masyarakat melalui telepon langsung.
"Kami berharap hal ini jadi sesuatu yang konsisten dilakukan secara berkelanjutan, sekalipun nantinya akan berganti pimpinan atau tidak," tambah dia.
Warga lain yang merupakan pengamat politik Asrinaldi juga menilai pembangunan kota Padang telah cukup terlihat.
Akan tetapi hal ini masih belum terlihat dari peranan dewan legislatifnya.
Menurutnya, bila dewan legislatif memberikan dukungan sepenuhnya pada pembangunan kota, prosesnya semakin berjalan dengan baik.
Meskipun saat ini secara perlahan telah terlihat hubungan baik antara kedua belah pihak, koordinasi lebih mendalam harus tetap dilakukan, ujarnya.
Warga lain yang merupakan pengamat tata kota Eko Alvares juga menilai pembangunan berjalan lancar.
Sebagai contoh bertambahnya pengembang yang melakukan pembangunan dan membuat suatu pemukiman baru.
Akan tetapi menurutnya pada setiap kemajuan tentu akan dibarengi risiko, hal inilah yang harus dicarikan solusinya.
Seperti tingginya pembangunan infrastruktur mengakibatkan tingginya risiko bencana yang terjadi, seyogyanya pemerintah telah menemukan formula yang tepat untuk menyeimbangkan hal tersebut.
Sedangkan warga yang juga pengamat sejarah dan budaya Gusti Asnan menambahkan selain pembangunan di bidang infrastruktur dan mental, Padang juga harus mempertahankan khasanah budaya Minangnya.
Menurut dia sebagai simbol kebanggaan masyarakat Minang sudah seharusnya pimpinan mengakomodasi lebih berkembangkan kearifan lokal yang ada di Sumbar.
Dengan begitu pembangunan akan berjalan seimbang baik itu fisiknya, mentalnya dan budayanya.
Terpisah Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah meyakini program yang telah dicanangkannya dapat berhasil karena adanya dukungan dari masyarakat.
Menurutnya lancar atau tidaknya pembangunan dalam satu kota sangat bergantung pada penerimaan masyarakatnya terhadap kinerja pemerintah.
"Sebab dukungan ini menjadi motivasi kami untuk berbuat dan melayani lebih baik," ujarnya. (*)
Pewarta : Antara
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mahyeldi paparkan Percepatan Perencanaan Pascabencana, Sumbar butuh dukungan Rp21,4 triliun dari pusat
07 March 2026 5:49 WIB
Sidak Ramadan, Gubernur Mahyeldi pastikan disiplin ASN Pemprov Sumbar tetap terjaga
06 March 2026 8:31 WIB
Mahyeldi : Perkuat Ekonomi Daerah dengan Meningkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan Masyarakat
04 March 2026 13:42 WIB
Gubernur Mahyeldi serahkan bantuan bedah rumah Rp25 Juta untuk keluarga Gatot di Sawahlunto
04 March 2026 9:04 WIB
Gubernur Mahyeldi iktikaf bersama warga dan serahkan bantuan untuk Masjid Baiturrahim Payakumbuh
26 February 2026 12:10 WIB
Pemprov Sumbar dan Pemkab Lima Puluh Kota sinkronkan arah pembangunan 2026
25 February 2026 7:15 WIB
Singgah Sahur di Situjuah Batua, Gubernur Mahyeldi salurkan bantuan bedah rumah untuk Ical
24 February 2026 13:09 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018