Lubuk Basung, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam, Sumatera Barat, telah mengeliminasi 40 ekor anjing liar selama Januari sampai Mei 2016 untuk mengurangi kasus rabies di daerah itu.
"Eliminasi 40 ekor anjing liar ini dilakukan masyarakat setempat di bawah pengawasan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskeswan Wilayah III meliputi Kecamatan Ampek Nagari dan Palembayan," kata Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (Dispertahornag) Agam, Farid Muslim di Lubuk Basung, Kamis.
Ia menambahkan, 40 ekor anjing yang dieliminasi ini tersebar di Nagari Batu Kambiang Kecamatan Ampek Nagari.
Setelah itu, anjing langsung dikubur oleh masyarakat di lokasi yang jauh dari permukiman warga.
"Eliminasi ini merupakan permintaan dari masyarakat setempat ke UPT Puskeswan Wilayah III Kecamatan Ampek Nagari dan Palembayan," ujarnya.
Ia mengakui, data eliminasi anjing liar ini masih sementara, karena lima UPT Keswan telah mengambil racun ke Dispertahornag Agam beberapa Minggu lalu.
Lima UPT Keswan yang telah mengambil racun tersebut, yakni UPT Keswan Wilayah I meliputi Kecamatan Lubuk Basung dan Tanjung Mutiara, UPT Keswan Wilayah II Kecamatan Matur dan Tanjung Raya.
Selain itu, UPT Keswan Wilayah III Kecamatan Ampek Nagari dan Palembayan, UPT Keswan Wilayah IV Kecamatan Ampek Koto dan Malalak dan UPT Keswan Wilayah VII Kecamatan Palupuh dan Tilatang Kamang.
"Empat UPT Keswan belum melaporkan hasil eliminasi anjing liar dan kemungkinan dalam waktu dekat akan diserahkan," lanjutnya.
Pada 2016, Dispertahornag menganggarkan dana Rp14 juta untuk pengadaan satu kilogram racun dalam mengeliminasi 1.500 ekor anjing liar.
Sementara pada 2015, Dispertahornag mengeliminasi sebanyak 1.000 anjing liar.
"Pada 2016 k1mi juga memberikan vaksinasi untuk 7.000 dari 31.097 ekor anjing yang ada di Agam," lanjutnya.
Eliminasi dan vaksinasi ini dilakukan untuk mencegah kasus rabies di daerah itu. Pada 2016 sebanyak 14 kasus gigitan dan delapan positif rabies.
Salah seorang warga Lubuk Basung, Rizki Saputra mendukung eliminasi anjing liar itu, karena anjing liar cukup banyak.
"Saya menginginkan seluruh anjing liar itu di eliminasi seluruhnya, agar keberadaan anjing ini tidak meresahkan warga lain," katanya. (*)