Painan, (AntaraSumbar) - Bank Negara Indonesia (BNI) terus mengembangkan bisnisnya di Sumatera Barat dengan meresmikan operasional Kantor Kas Painan, Kabupaten Pesisir Selatan.
Chief Executive Officer (CEO) BNI Wilayah Padang, Rony Venir di Painan, Senin, mengatakan, pembukaan kantor kas bukan sekedar memperluas jaringan usaha, tapi lebih kepada peningkatan kualitas layanan pada nasabah.
Kemudian, memberikan kemudahan akses keuangan bagi masyarakat secara lebih luas. "Pada akhirnya tentu mewujudkan pertumbuhan ekonomi nasional dan Pesisir Selatan, khususnya," tambahnya pada saat peluncuran Kantor Kas BNI Painan.
Selain Kantor Kas Painan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perbankan itu pun membuka dua kantor kas baru ditriwulan I 2016, yakni Bagan Siapi-Api, Sumatera Utara dan Lipat Kain, Riau.
Tak hanya itu, bank itu tahun ini bakal membuka 50 outlet baru yang tersebar di berbagai pelosok Indonesia serta menambah 20 ribu agen Laku Pandai atau Agen BNI46.
Pembukaan kantor kas dan outlet baru itu, katanya, merupakan upaya meningkatkan jumlah agen (Agen BNI46) layanan keuangan tanpa kantor menuju keuangan inklusif atau Laku Pandai.
Ia menegaskan, ke depan BNI bakal terus meningkatkan kualitas layanan dan pendekatannya pada nasabah. "Kami yakin, ini akan meningkatkan literasi keuangan di Indonesia," katanya.
Pada kesempatan itu, Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni menyampaikan, pemerintah daerah sangat mendukung keberadaan Kantor Kas BNI di Painan.
Menurutnya, bertambahnya jumlah perbankan di daerah ini merupakan peluang bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah terhadap akses keuangan dalam meningkatan modal usaha.
"Kami berharap, BNI dapat memberikan pelayanan keuangan yang maksimal di Pesisir Selatan, sehingga mampu menopang pertumbuhan ekonomi daerah dan masyarakat," katanya.
Bupati juga berharap BNI dapat memberikan kemudahan akses keuangan pada petani. Hal itu mengingat, penopang utama perekonomian daerah adalah sektor pertanian.
Lebih dari itu, penyaluran kredit sektor pertanian yang lebih besar otomatis turut membantu upaya pemerintah dalam mencapai target swasembada pangan di Indonesia pada 2019. (*)